Masih Ingat Rochy Putiray? Eks Wonderkid Timnas Indonesia yang Pernah Mengobrak-abrik Gawang AC Milan
- Instagram/rochy21putiray
tvOnenews.com - Bagi generasi milenial dan Gen Z yang mungkin baru mengenal sepak bola Indonesia melalui era Shin Tae-yong, nama Rochy Putiray adalah sebuah anomali sekaligus kebanggaan yang sulit terulang.
Jauh sebelum bintang-bintang naturalisasi memenuhi skuat Garuda, Indonesia sudah memiliki seorang "striker maut" yang tidak hanya tajam, tetapi juga mampu membuat raksasa dunia sekaliber AC Milan bertekuk lutut.
- Instagram/rochy21putiray
Dikenal dengan gaya nyentriknya, seperti rambut warna-warni layaknya karakter anime dan sepatu bola yang selalu beda warna antara kaki kiri dan kanan, Rochy bukan sekadar pesepak bola yang hobi cari perhatian.
Di balik penampilannya yang unik, tersimpan kualitas kelas dunia yang pernah membuat barisan bek terbaik Eropa gemetar.
Ambisi di Prancis dan kegagalan yang menyakitkan
- Instagram/rochy21putiray
Pada pertengahan tahun 90-an, Rochy Putiray nyaris saja mencicipi kerasnya kompetisi Eropa. Ia menarik minat Auxerre, salah satu klub papan atas Prancis kala itu.
Bayangkan saja, pemain berdarah Maluku ini mendapat undangan langsung untuk melakukan uji coba di bawah pengawasan pelatih legendaris, Guy Roux.
Sayangnya, takdir berkata lain. Rochy gagal lolos seleksi karena dianggap sudah terlalu "tua" untuk ukuran pemain pendatang baru di Eropa, yakni 24 tahun.
Mimpi merumput di Ligeu 1 pun sirna. Namun, kegagalan itu bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah dongeng luar biasa di Asia Timur.
Malam keramat 2004: Rochy Putiray obrak-abrik pertahanan Paolo Maldini
- Instagram/rochy21putiray
Puncak prestasi ikonik Rochy terjadi saat ia membela klub Hong Kong, Kitchee SC, pada tahun 2004.
Saat itu, raksasa Italia AC Milan datang dalam tur pramusim. Skuat Rossoneri yang dibawa Carlo Ancelotti bukanlah tim cadangan, melainkan skuad impian yang diperkuat bek legendaris Paolo Maldini hingga peraih Ballon d'Or, Andriy Shevchenko.
Milan sempat unggul lewat gol Shevchenko, namun jalannya sejarah berubah pada menit ke-67 saat Rochy Putiray masuk dari bangku cadangan.
Load more