News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siap-siap Hadapi Kabar Super Buruk soal Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Bung Harpa: Ini yang Paling Gua Takutin

Bung Harpa ingatkan agar bersiap-siap dengan kabar buruk yang akan menimpa Timnas Indonesia gara-gara masalah pemain diaspora di Liga Belanda, ada masalah apa?
Jumat, 3 April 2026 - 10:59 WIB
Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di Fortuna Sittard
Sumber :
  • Fortuna Sittard Official

tvOnenews.com - Bung Harpa memberikan peringatan bahwa akan ada kabar super buruk soal pemain Timnas Indonesia yang kini sedang bermain di Belanda.

Sebagaimana diketahui, saat ini sedang terjadi kegaduhan di Belanda terkait pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang bermain di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berawal dari laporan NAC Breda soal status Dean James yang bermain di Go Ahead Eagles kepada KNVB, kasus ini dengan cepat menyasar banyak pemain lainnya.

Kini sudah ada 4 pemain Timnas Indonesia yang diskors untuk sementara waktu akibat kasus ini.

Selain itu, sekitaran 20 pemain lainnya juga harus diskors.

Melihat kasus ini, Bung Harpa mengingatkan untuk bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk.

Sebagai gambaran singkat, kasus ini melibatkan pemain naturalisasi yang bermain di Liga Belanda.

Karena sudah tidak berkewarganegaraan Belanda, maka pemain-pemain tersebut harus mengikuti aturan pemain non-Uni Eropa.

Maka mereka harus didaftarkan ulang sebagai pemain non-Uni Eropa jika ingin tetap bermain di Belanda.

"Dia harus didaftarkan dulu atau kembali sebagai pemain non-EU," kata Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.

Satu yang menjadi masalah, jika statusnya sudah menjadi pemain non-Uni Eropa, maka mereka harus digaji dengan sangat mahal yaitu sekitar Rp1 miliar sebulan atau Rp12 miliar setahun.

Tentunya harga tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa disanggupi oleh klub dalam waktu yang sangat singkat.

"Kalau didaftarkan sebagai non-EU, apakah klub menggaji dia, 1 miliar sebulan atau 12 miliar setahun," ujar Bung Harpa.

"Klub kemungkinan besar enggak sanggup," lanjutnya.

Namun, masih ada kemungkinan peraturan tersebut direvisi agar pemain diaspora Timnas Indonesia masih bisa bermain di Belanda.

Kemungkinan pertama menurut Bung Harpa adalah menghilangkan batas minimun gaji yang tinggi untuk pemain non-Uni Eropa.

Sayangnya, kemungkinan ini sangat kecil untuk terwujud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu lagi pilihan adalah menurunkan batas minimum gaji sehingga lebih terjangkau bagi klub.

"Mungkin menurunkan angka gaji untuk pemain non-EU, mungkin enggak 600 ribu Euro, mungkin 150 ribu atau 250 ribu yang pada akhirnya mungkin ini bisa dijangkau klub-klub tadi," terang Bung Harpa.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT