Timnas Indonesia Gigit Jari, Pemain Berdarah Maluku Ini Keburu Dipanggil Belanda U-21
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
tvOnenews.com - Kabar kurang menyenangkan datang bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Tristan Gooijer, pemain muda berdarah Maluku yang sempat masuk radar naturalisasi, kini resmi menerima panggilan dari timnas Belanda U-21.
Bek berusia 21 tahun tersebut menjadi salah satu nama baru dalam skuad Jong Oranje yang ditangani Michael Reiziger.
Ia termasuk dalam tiga pemain debutan yang dipanggil untuk memperkuat tim muda Belanda dalam agenda pertandingan internasional.
Selain Gooijer, dua nama lain yang juga mendapat kesempatan debut adalah Dies Janse dari FC Groningen dan Lequincio Zeefuik dari Heracles.
Namun, perhatian publik Indonesia tertuju pada Gooijer karena ia memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya yang berasal dari Maluku.
Lahir di Blaricum, Belanda, Tristan Gooijer tumbuh dan berkembang dalam sistem sepak bola Negeri Kincir Angin.
Ia merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam yang dikenal sebagai salah satu akademi terbaik di dunia.
Nama Gooijer mulai ramai diperbincangkan di Indonesia sejak tahun lalu.
- PEC Zwolle
Ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pemain naturalisasi yang dibidik oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ketertarikan terhadap Gooijer bahkan muncul bersamaan dengan nama Miliano Jonathans, winger keturunan Indonesia yang akhirnya lebih dulu menjalani proses naturalisasi dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Agustus 2025.
Sayangnya, proses naturalisasi Tristan Gooijer belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, sang pemain justru selangkah lebih maju dengan menerima panggilan dari timnas Belanda U-21.
Pemanggilan ini menjadi bentuk peningkatan level bagi Gooijer, yang sebelumnya sudah pernah membela Belanda di kelompok usia U-16 dan U-18.
Kini, ia berpeluang mencatatkan debut di level U-21 dalam waktu dekat.
Belanda U-21 dijadwalkan menghadapi Norwegia U-21 dalam Kualifikasi Euro U-21 pada 27 Maret 2026, serta menjalani laga uji coba melawan Belgia U-21 pada 30 Maret 2026.
Dua pertandingan ini bisa menjadi panggung awal Gooijer menunjukkan kemampuannya di level yang lebih tinggi.
Secara performa, pemanggilan Gooijer memang tidak mengejutkan. Bersama PEC Zwolle, ia tampil cukup impresif sepanjang musim ini.
Pemain dengan tinggi badan 1,85 meter tersebut mencatatkan tiga gol dari 19 penampilan di Liga Belanda.
Selain itu, Gooijer dikenal sebagai pemain serba bisa di lini pertahanan.
Ia mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek sayap di kedua sisi lapangan, menjadikannya aset berharga bagi tim mana pun yang ia bela.
Meski sudah memperkuat Belanda di level usia muda, peluang Gooijer untuk membela Timnas Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya tertutup.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia sempat mengungkapkan ketertarikannya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Ia juga menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk membela tanah leluhur sang ibu di masa depan.
Pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan bagi publik Indonesia.
Namun, dengan adanya pemanggilan ke timnas Belanda U-21, posisi Gooijer kini semakin dekat dengan sistem sepak bola Belanda.
Jika ia terus berkembang dan menembus tim senior, peluang untuk berganti federasi bisa menjadi semakin kecil.
Situasi ini tentu menjadi pelajaran bagi PSSI untuk bergerak lebih cepat dalam mengamankan pemain-pemain diaspora potensial.
Dalam era persaingan global seperti saat ini, kecepatan dan kepastian menjadi faktor penting dalam proses naturalisasi pemain. (adk)
Load more