Sempat Tak Dilirik dalam 4 Tahun Terakhir, Ezra Walian Berpeluang Akhiri Penantian Panjang di Timnas Indonesia
- Persik Kediri
Jakarta, tvOnenews.com - Peluang Ezra Walian untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia kembali terbuka setelah namanya masuk dalam daftar sementara jelang FIFA Series 2026. Situasi ini menjadi angin segar bagi sang pemain yang lama tak terdengar kiprahnya di level internasional.
Garuda Calling edisi kali ini langsung menarik perhatian publik pecinta sepak bola nasional usai dipanggilnya nama-nama lama, termasuk Ezra Walian. Banyak yang menilai ini sebagai momen kebangkitan Ezra setelah cukup lama absen dari Timnas Indonesia.
Sudah lebih dari empat tahun Ezra tak berseragam tim Merah Putih. Terakhir kali pemain 28 tahun itu membela Indonesia di Piala AFF 2020 pada Desember 2021 hingga Januari 2022.
Sejak momen tersebut, karier internasional Ezra seolah terhenti. Ia tak lagi masuk dalam perhitungan pelatih, meski sempat terjadi pergantian kepemimpinan di kursi pelatih Timnas Indonesia.
Selepas itu Ezra tak lagi dilirik, bahkan saat Patrick Kluivert menahkodai skuad Garuda. Baru ketika juru taktik berganti dengan John Herdman, terselip nama jebolan akademi Ajax Amsterdam itu.
Masuknya Ezra kali ini diyakini bukan keputusan sembarangan. Ada pertimbangan teknis yang kuat, terutama terkait performanya di kompetisi domestik bersama klubnya.
Bukan tanpa Alasan Herdman mencantumkan Ezra. Musim ini performanya menjanjikan bersama Persik Kediri. Posisinya nyaris tak tergantikan sebagai starter dalam 23 pertandingan.
Peran vital Ezra terlihat dari konsistensinya di lapangan. Ia menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan dalam menjaga ritme permainan tim.
Kontribusinya juga nyata. Tercatat ada enam gol dan sembilan assist untuk Laskar Macan Putih. Statusnya sebagai kapten membuktikan Ezra mengemban peran penting.
Selain kontribusi angka, kemampuan adaptasi Ezra menjadi keunggulan tersendiri. Ia mampu menjalankan berbagai peran sesuai kebutuhan tim.
Menyoal kapabilitas, Ezra adalah pemain serba bisa. Berposisi asli sebagai penyerang sayap kiri, pemain kelahiran Amsterdam itu juga piawai sebagai target man, bahkan gelandang serang.
Kemampuan bermain di banyak posisi membuat peluangnya semakin terbuka di skuad Garuda. Terlebih, pelatih kerap membutuhkan pemain fleksibel untuk mengisi berbagai skema.
Load more