PSSI Deg-degan! Ketegangan Timur Tengah Bisa Hambat Kedatangan Pemain Diaspora untuk Debut John Herdman di FIFA Series 2026
- Timnas Indonesia
tvOnenews.com - PSSI khawatir soal kondisi geopolitik Iran-Amerika-Israel yang bisa hambat kedatangan pemain diaspora jelang FIFA Series 2026.
Situasi geopolitik dunia yang memanas mulai berdampak pada dunia olahraga, termasuk sepak bola.
Ketegangan yang melibatkan Iran, United States, dan Israel membuat jalur penerbangan internasional di sejumlah kawasan menjadi tidak menentu.
Kondisi ini turut memicu kekhawatiran bagi federasi sepak bola Indonesia terkait kedatangan para pemain diaspora menjelang agenda internasional tim nasional.
Kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh pengurus PSSI yang tengah menyiapkan skuad Timnas Indonesia untuk tampil pada FIFA Series 2026.
Turnamen tersebut menjadi momen penting karena sekaligus menandai debut pelatih anyar John Herdman bersama skuad Garuda.
Namun sebelum memikirkan taktik dan strategi di lapangan, federasi kini harus memikirkan satu persoalan krusial: bagaimana memastikan para pemain yang berkarier di luar negeri bisa tiba di Indonesia dengan aman dan tepat waktu.
Ketidakpastian Penerbangan Jadi Kekhawatiran PSSI
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengakui pihaknya masih memantau perkembangan situasi penerbangan internasional.

- ANTARA/RAUF ADIPATI
Ia menyebut jalur penerbangan dari Eropa maupun Timur Tengah berpotensi terdampak situasi global yang tidak stabil.
Menurut Arya, kondisi tersebut membuat federasi harus menyiapkan beberapa opsi perjalanan bagi para pemain diaspora yang berkarier di luar negeri.
Banyak pemain Timnas Indonesia saat ini bermain di Eropa sehingga rute penerbangan menjadi faktor penting dalam proses pemanggilan mereka.
“Ini FIFA Series, tapi sebentar lagi Lebaran, pasti terputus juga. Jadi mudah-mudahan dari persiapan. Tapi juga saya sedikit khawatir mengenai penerbangan teman-teman pemain, terutama yang dari Eropa. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu,” kata Arya melansir dari Antara.
Ia menambahkan bahwa hingga kini federasi bahkan belum memastikan pembelian tiket pesawat bagi para pemain karena masih menunggu perkembangan situasi global.
“Situasi sekarang kita belum tahu lewat mana. Apakah lewat Amerika Serikat atau tidak, kita belum tahu juga. Nanti kita lihat urgensinya seperti apa,” ujarnya.
Debut John Herdman di FIFA Series 2026
Turnamen FIFA Series 2026 yang berlangsung pada akhir Maret akan menjadi panggung pertama bagi John Herdman memimpin Timnas Indonesia.
Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pelatih asal Kanada tersebut untuk menilai komposisi skuad yang akan dibangun dalam jangka panjang.
Dalam turnamen tersebut, Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team pada 27 Maret.
Pemenang laga itu kemudian akan bertemu pemenang pertandingan antara Bulgaria national football team melawan Solomon Islands national football team pada 30 Maret.
Namun persiapan tim tidak sepenuhnya ideal. Selain persoalan penerbangan internasional, waktu persiapan skuad juga sangat terbatas karena beririsan dengan periode libur Lebaran.
Banyak pemain kemungkinan baru bisa bergabung setelah kompetisi domestik berakhir.
Arya menjelaskan sebagian pemain juga biasanya ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, sehingga jadwal pemusatan latihan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.
“Sekarang tanggal pertengahan akhir liga sudah berhenti, harusnya sebagian besar sudah bisa datang. Tapi mepet juga dengan Lebaran. Ini waktu yang singkat bagi pelatih untuk mengumpulkan mereka,” jelasnya.
Situasi Elkan Baggott dan Kedalaman Skuad Garuda
Dalam kesempatan yang sama, Arya Sinulingga juga menyinggung situasi bek diaspora Elkan Baggott yang sempat lama absen dari skuad Garuda.
Menurut Arya, keputusan tidak bergabungnya Baggott pada beberapa agenda sebelumnya bukan berasal dari pelatih, melainkan karena sang pemain saat itu memilih fokus bersama klubnya, Ipswich Town.
“Kalau Elkan Baggott sebenarnya bukan dari pelatih, tapi dari pemainnya saat itu yang ingin fokus ke klub,” ujar Arya.
Ia menegaskan bahwa pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia sepenuhnya bergantung pada kebutuhan tim pelatih.
Dengan banyaknya pemain yang kini tersedia di sektor pertahanan, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih.
“Di posisinya Elkan bagaimana? Banyak pilihan juga. Jadi nanti kita lihat sesuai kebutuhan tim,” katanya.
Kini, di tengah berbagai tantangan mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian penerbangan, hingga waktu persiapan yang terbatas, tugas berat menanti John Herdman.
Publik sepak bola Indonesia pun menunggu apakah debutnya di FIFA Series 2026 mampu membawa energi baru bagi perjalanan Timnas Indonesia di kancah internasional. (udn)
Load more