News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Langganan Timnas Indonesia, Kini Terpinggirkan! 4 Bintang Garuda yang Kariernya Meredup Drastis

Dulu jadi andalan Timnas Indonesia, kini empat nama besar ini harus berjuang dari bawah usai kariernya meredup. Siapa saja?
Jumat, 27 Februari 2026 - 19:11 WIB
Febri Hariyadi
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Perjalanan karier pesepak bola tak selalu berjalan mulus. Ada fase ketika seorang pemain berada di puncak performa dan langganan memperkuat Timnas Indonesia.

Namun, ada pula masa sulit ketika cedera, inkonsistensi, hingga persaingan ketat membuat mereka perlahan tersingkir dan harus mencari tempat baru di klub yang levelnya tak lagi sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah nama yang pernah menjadi andalan skuad Garuda kini justru berjuang mengembalikan sentuhan terbaiknya.

Mereka sempat bersinar di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, bahkan dipercaya membela tim nasional di berbagai kelompok usia. 

Sayangnya, grafik performa yang menurun membuat perjalanan karier mereka berubah arah.

Berikut empat pemain yang pernah jadi tumpuan Timnas Indonesia, namun kini harus menerima kenyataan pahit bermain di klub dengan sorotan yang tak sebesar dulu.

1. Febri Hariyadi

Bersama Persib Bandung, ia menjelma menjadi salah satu winger paling berbahaya di Liga 1. Konsistensinya bersama Maung Bandung mengantarkannya menembus Timnas Indonesia, baik di level U-23 maupun senior.

Febri mencatatkan 21 penampilan bersama Timnas U-23 dan menyumbang dua gol.

Di tim senior, ia melakoni debut pada Maret 2017 dan mengoleksi 19 caps di berbagai ajang internasional.

Dalam beberapa periode, ia menjadi pilihan utama di sektor sayap skuad Merah Putih.

Namun, cedera menjadi titik balik kariernya. Memasuki musim 2023/2024, Febri mulai kehilangan tempat utama di Persib.

Persaingan yang makin ketat serta kondisi fisik yang belum sepenuhnya kembali membuatnya kesulitan menemukan ritme permainan.

Situasi itu berujung pada keputusan peminjaman ke Persis Solo — pengalaman pertama Febri membela klub selain Persib sepanjang karier profesionalnya.

Di usia 30 tahun, Febri masih punya peluang bangkit. Namun, waktu jelas bukan lagi sekutunya seperti saat ia masih berstatus rising star.

2. Rezaldi Hehanussa

Rezaldi Hehanussa pernah menjadi ikon bek kiri modern Indonesia.

Namanya melambung bersama Persija Jakarta saat usianya masih muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Performa impresifnya membuatnya dipercaya memperkuat Timnas U-23 era pelatih Luis Milla.

Ia ambil bagian dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2018, SEA Games 2017, hingga Asian Games 2018. Rezaldi juga menjalani debut bersama tim senior pada 2017 dan sempat digadang sebagai solusi jangka panjang di posisi bek kiri.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT