Waduh, AFC Hukum PSSI Lagi: Gara-Gara Salah Prosedur, PSSI Didenda AFC Usai Duel Indonesia U23 vs Mali! Lalai atau Cuma Teknis?
- ANTARA FOTO/FAUZAN
tvOnenews.com - Lagi-lagi AFC jatuhkan sanksi pada PSSI buntut dari laga Laga Timnas Indonesia U-23 Vs Mali tahun lalu. Simak selengkapnya berikut ini.
Langkah PSSI kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Federasi sepak bola Indonesia itu dijatuhi sanksi denda oleh AFC menyusul laga uji coba internasional Timnas Indonesia U23 kontra Mali yang digelar pada periode FIFA Match Day tahun lalu.Â
Nilainya memang tidak fantastis, namun keputusan tersebut tetap menjadi catatan serius dalam tata kelola pertandingan internasional.
Denda sebesar 1.500 dolar AS atau sekitar Rp25 juta dijatuhkan karena pelanggaran prosedur administratif.Â
Meski Timnas Indonesia U23 tampil kompetitif di lapangan, urusan administratif di balik layar justru menjadi titik lemah.Â
Situasi ini memperlihatkan bahwa profesionalisme federasi bukan hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Kronologi Sanksi: Terlambat Lapor Laga Antar Konfederasi
Dalam pernyataan resminya, AFC menyebut PSSI melanggar Pasal 11.15 Regulasi AFC yang mengatur penyelenggaraan pertandingan internasional level 2.Â
Pelanggaran tersebut terkait keterlambatan pemberitahuan laga yang mempertemukan tim dari dua konfederasi berbeda, yakni Asia dan Afrika.

- ANTARA FOTO/FAUZAN
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U23 menjalani dua laga uji coba melawan Mali pada 15 dan 18 November 2025. Pertandingan tersebut berlangsung dalam kalender jeda internasional FIFA.
Namun, administrasi pemberitahuan kepada AFC dinilai tidak sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
AFC pun memerintahkan PSSI untuk melunasi denda maksimal 30 hari sejak keputusan diterbitkan.Â
Meski nominalnya relatif kecil, sanksi ini menjadi pengingat penting bahwa aspek administratif memiliki bobot yang sama krusialnya dengan performa teknis di lapangan.
Ini juga menjadi denda kedua yang diterima PSSI sepanjang 2026. Sebelumnya, federasi mendapat hukuman finansial sebesar 14.000 dolar AS terkait pelanggaran dalam ajang AFC Futsal Asian Cup 2026.
Kilas Balik Laga Dramatis Indonesia U23 vs Mali
Terlepas dari polemik administratif, duel antara Indonesia U23 dan Mali menyuguhkan pertandingan yang menarik.
Pada laga 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, skuad Garuda Muda bermain imbang 2-2.
Pertandingan berlangsung intens sejak menit awal. Indonesia mampu memberikan tekanan agresif, sementara Mali menunjukkan kualitas fisik dan kecepatan khas wakil Afrika.Â
Jual beli serangan membuat atmosfer stadion hidup sepanjang laga. Salah satu momen krusial terjadi saat Muhammad Ferrari terlibat duel sengit memperebutkan bola dengan pemain Mali, Wilson Samake.Â
Pertandingan tersebut bukan sekadar uji coba biasa, melainkan ajang pembuktian kualitas Indonesia U23 menghadapi lawan dari konfederasi berbeda.
Secara permainan, hasil imbang itu dinilai cukup positif. Menghadapi tim dengan karakter permainan berbeda memberi pengalaman berharga bagi pemain muda Indonesia.Â
Laga tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju agenda kompetitif berikutnya.
Secara teknis, sanksi administratif ini tidak berdampak langsung pada posisi atau ranking Timnas Indonesia U23.Â
Tidak ada pengurangan poin, larangan bertanding, ataupun pembatasan agenda internasional. Namun, secara reputasi, kasus ini menjadi catatan yang harus segera diperbaiki.
Dalam konteks pembinaan jangka panjang, profesionalisme federasi sangat menentukan kepercayaan konfederasi dan federasi lain.Â
Jika pelanggaran administratif terus berulang, potensi sanksi yang lebih berat bisa saja muncul di masa depan.
Bagi Timnas Indonesia U23 sendiri, fokus tetap harus diarahkan pada pengembangan kualitas permainan.Â
Hasil imbang melawan Mali menunjukkan potensi yang menjanjikan. Mereka mampu bersaing dengan tim dari Afrika yang dikenal memiliki keunggulan fisik dan intensitas tinggi.
Ke depan, manajemen pertandingan internasional perlu lebih rapi agar agenda uji coba tetap berjalan lancar tanpa hambatan regulasi.Â
Momentum positif dari performa di lapangan jangan sampai ternodai oleh persoalan administratif. Sanksi Rp25 juta mungkin terlihat kecil dalam skala federasi nasional.Â
Namun, pesan yang terkandung di dalamnya cukup besar: tata kelola sepak bola modern menuntut disiplin penuh, bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam setiap prosedur resmi.
Kini, tantangan bagi PSSI adalah memastikan kesalahan serupa tidak terulang. Sementara itu, Timnas Indonesia U23 tetap berada di jalur pembinaan yang tepat, dengan pengalaman internasional yang semakin kaya dan kesiapan menghadapi turnamen berikutnya. (udn)
Load more