News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Namanya Jawa Banget, Bek Keturunan Lulusan Akademi Top Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia sempat dikaitkan dengan nama Quenay Soewarto ketika publik membicarakan deretan pemain keturunan potensial di Belanda. Namanya Jawa banget!
Rabu, 25 Februari 2026 - 11:43 WIB
Pemain Keturunan Indonesia, Quenay Soewarto
Sumber :
  • Instagram @qsoewarto

tvOnenews.com - Timnas Indonesia sempat dikaitkan dengan nama Quenay Soewarto ketika publik membicarakan deretan pemain keturunan potensial di Belanda.

Sosok bek muda ini ramai diperbincangkan jelang Piala Dunia U-17 2023, saat Indonesia menjadi tuan rumah ajang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, banyak yang berharap Quenay masuk radar seleksi. Usianya baru 15 tahun, namun dinilai punya potensi untuk memperkuat lini belakang Garuda Muda.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U20, Bima Sakti saat besut Garuda U17
Asisten pelatih Timnas Indonesia U20, Bima Sakti saat besut Garuda U17
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Namun keputusan pelatih saat itu, Bima Sakti, hanya memanggil satu pemain keturunan yang berkarier di luar negeri, yakni Welber Jardim.

Sejak saat itu, nama Quenay perlahan meredup dari perbincangan publik Tanah Air. Tapi bagaimana sebenarnya perkembangan terbarunya?

Quenay Soewarto lahir dan besar di Belanda. Ia berposisi sebagai bek kiri.

Kariernya ditempa di akademi ternama. Ia pernah menimba ilmu di akademi Sparta Rotterdam hingga 2022 sebelum melanjutkan pengembangan di akademi Feyenoord.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bersama Feyenoord, namanya mulai diperhitungkan. Ia menjadi bagian dari generasi muda yang sukses menjuarai Liga U-15 Belanda. Performa impresif itu membuatnya naik level dengan cepat.

Pada 2024, meski usianya belum genap 17 tahun, ia sudah masuk skuad Feyenoord U-17.

Di ajang U17 Div. 1 Fall 2024/2025, ia tercatat tampil dalam 10 pertandingan dan beberapa kali mendapatkan menit bermain reguler.

Awal 2025, Quenay mengambil langkah baru dengan bergabung ke FC Dordrecht U-19. Kepindahan ini menjadi fase penting dalam proses transisinya menuju level yang lebih tinggi.

Meski lahir di Belanda dan memegang paspor Negeri Kincir Angin, Quenay Soewarto memiliki latar belakang yang unik.

Pemain Keturunan Indonesia, Quenay Soewarto
Pemain Keturunan Indonesia, Quenay Soewarto
Sumber :
  • Instagram @qsoewarto

Belum ada penjelasan detail mengenai garis keturunan Indonesianya, namun namanya yang kental nuansa Jawa sering dikaitkan dengan akar Nusantara. Selain itu, ia juga memiliki darah Suriname.

Di akun Instagram resminya (@qsoewarto), ia bahkan mencantumkan bendera Suriname dan Indonesia.

Secara regulasi, dengan kewarganegaraan Belanda serta latar Indonesia dan Suriname, Quenay berpotensi membela tiga negara berbeda di level internasional, tergantung pilihan dan proses administrasi di masa depan.

Sebagai bek kiri, Quenay dikenal memiliki mobilitas yang baik dan tipikal modern fullback yang aktif membantu serangan.

Ia bukan hanya bertahan, tetapi juga berani overlap dan terlibat dalam build-up permainan dari sisi kiri.

Di usia yang masih sangat muda, konsistensi menit bermain di level akademi elite Belanda menjadi indikator positif perkembangan kariernya.

Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia bisa menembus level senior dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan paspor Belanda di tangan, peluang untuk menembus tim muda Belanda tentu terbuka. Namun jalur Indonesia dan Suriname juga tetap menjadi opsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Indonesia, pemain seperti Quenay bisa menjadi aset jangka panjang, terutama untuk memperkuat kedalaman posisi bek kiri di masa depan.

Meski saat ini belum ada kabar resmi mengenai pendekatan dari federasi mana pun, nama Quenay Soewarto tetap menarik untuk dipantau. (asl)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT