Siapa Robin Mirisola? Striker Belgia Rp43 M yang Bisa Geser Posisi Ole Romeny di Timnas Indonesia
- Instagram @robin.mirisola
tvOnenews.com - Persaingan di lini depan Timnas Indonesia berpotensi memasuki babak baru.
Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum stabil di Inggris, muncul satu nama muda dari Belgia yang mulai ramai diperbincangkan: Robin Mirisola.
Striker berusia 19 tahun itu kini berkembang dalam sistem pembinaan salah satu klub elite Belgia, KRC Genk.
Nilai pasarnya disebut-sebut telah menyentuh angka sekitar 1,8 juta euro atau setara kurang lebih Rp43 miliar, angka yang cukup besar untuk pemain seusianya.
Robin Mirisola lahir di Belgia pada 8 Desember 2006.

- Instagram @robin.mirisola
Dengan tinggi 182 cm, ia menempati posisi penyerang tengah dan dikenal memiliki mobilitas tinggi.
Ia meniti karier melalui Jong Genk, tim pengembangan KRC Genk yang berkompetisi di Challenger Pro League, kasta kedua Liga Belgia.
Debutnya dimulai pada musim 2022/2023, sebelum perlahan mendapatkan menit bermain lebih konsisten.
Perkembangannya terlihat jelas dari statistik. Pada musim 2023/2024, ia mencatat empat gol dan dua assist dari 23 laga.
Musim berikutnya, produktivitasnya meningkat menjadi enam gol dan tiga assist hanya dalam belasan pertandingan.
Secara total, ia membukukan 48 penampilan bersama Jong Genk dengan torehan 11 gol dan lima assist sebelum akhirnya promosi ke tim utama.
Di level senior Genk, ia mulai mendapat kesempatan tampil di Liga Belgia dengan 12 penampilan serta menyumbang satu gol dan satu assist.
Ia juga mencicipi atmosfer kompetisi Eropa lewat dua laga Liga Europa dengan total 34 menit bermain.
Melihat progres tersebut, Genk bergerak cepat mengamankan masa depannya lewat kontrak hingga 30 Juni 2030.
Langkah ini menegaskan bahwa klub melihat Mirisola sebagai aset jangka panjang.
Belgia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pengembangan pemain muda terbaik di Eropa.
Banyak talenta dunia lahir dari kompetisi domestiknya sebelum melesat ke liga top Eropa.
Dalam konteks itu, perkembangan Mirisola bukan sekadar angka statistik, melainkan bagian dari proses pembinaan yang terstruktur dan kompetitif.
Bakat sepak bolanya tidak muncul begitu saja. Ayahnya, Marco Mirisola, memiliki latar belakang sebagai pesepak bola dan pernah memperkuat klub Italia seperti Perugia dan Spezia.
"Ayah saya (Marco Mirisola) berasal dari Genk. Dia pernah bermain untuk tim junior Waterschei, tetapi mengikuti ibu ke Sint-Truiden. Di sana, saya memulai bermain sepak bola bersama Zepperen," kata Robin dikutip dari hbvl.be.
"Sebetulnya saya bisa juga bergabung dengan Sint-Truiden VV. Namun, karena hati ayah saya masih bersama Genk, saya bergabung dengan KRC Genk, sampai sekarang dan telah melewati belasan musim," lanjutnya.
“Ayah saya berasal dari Genk. Ia bahkan bermain untuk tim muda Waterschei, sebelum kemudian ikut ibunya pindah ke Sint-Truider,” ujar Robin.
“Hati saya tetap mencintai Genk. Karena itu saya memilih bermain untuk KRC Genk,” katanya.
“Klub ini berarti segalanya bagi saya. Sejak kecil saya datang ke stadion sebagai suporter dan bermimpi bisa bermain di lapangan,” ujar Mirisola.
Pernyataan itu menggambarkan loyalitas dan ikatan emosionalnya dengan klub yang membesarkannya.
Nama Mirisola mencuat di Indonesia setelah muncul klaim bahwa ia memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu, dengan kakek yang disebut berasal dari Yogyakarta.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari sang pemain mengenai hal tersebut.
Di sisi lain, ia bukan nama asing bagi federasi sepak bola Belgia.
Mirisola telah membela tim nasional Belgia kelompok usia U-16 hingga U-19, termasuk tampil dalam kualifikasi Euro U-19.
Artinya, peluangnya untuk menembus tim senior Belgia masih terbuka.
Jika memang memiliki opsi membela Indonesia, keputusan itu tentu akan sangat bergantung pada pilihan karier dan pertimbangan profesionalnya di masa depan.
Mirisola dikenal sebagai defensive forward, penyerang yang aktif menekan lawan sejak lini pertama dan membantu fase bertahan.
Karakter ini dinilai cocok dengan pendekatan pelatih John Herdman yang menuntut intensitas dan kerja kolektif tinggi dari para pemainnya.
Di saat Mirisola terus menanjak, situasi berbeda dialami Ole Romeny bersama Oxford United di Divisi Championship 2025/2026.

- Instagram @robin.mirisola - Instagram @oleromeny
Pada pekan ke-33 melawan Middlesbrough di Riverside Stadium (22/2/2026), Romeny kembali memulai laga dari bangku cadangan. Ia masuk pada menit ke-57 menggantikan Stanley Mills.
Dalam 33 menit bermain, ia hanya mencatat delapan sentuhan bola, satu kontribusi defensif, satu sentuhan di kotak penalti, serta satu duel dimenangkan. Fotmob bahkan hanya memberi rating 5,9.
Sepanjang musim ini, Romeny belum mencatatkan gol maupun assist dalam 14 penampilan.
Statistik tersebut tentu menjadi perhatian, apalagi jika dibandingkan dengan grafik perkembangan Mirisola yang sedang naik.
Dengan usia yang masih sangat muda, kontrak jangka panjang hingga 2030, pengalaman di kompetisi Eropa, serta nilai pasar yang menyentuh Rp43 miliar, Robin Mirisola jelas bukan nama sembarangan.
Namun semua masih bersifat kemungkinan. Status keturunan Indonesia belum terkonfirmasi langsung, sementara jalur kariernya bersama Belgia tetap terbuka.
Yang pasti, profilnya sebagai striker muda yang berkembang dalam ekosistem sepak bola Belgia membuatnya layak masuk radar.
Jika suatu saat benar-benar memilih membela Garuda, persaingan lini depan Timnas Indonesia dipastikan akan semakin panas dan bukan tidak mungkin, posisi Ole Romeny benar-benar terancam.
(tsy)
Load more