Belum Juga John Herdman Naturalisasi Pemain, Media Vietnam Sudah Heboh Sendiri: Timnas Indonesia Saingan Utama Kami
- Instagram Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Angin persaingan di Asia Tenggara mulai terasa bahkan sebelum turnamen dimulai. Rencana pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memaksimalkan kekuatan pemain naturalisasi disebut memicu kewaspadaan dari rival utama, Vietnam, jelang ASEAN Cup 2026.
Indonesia dan Vietnam tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Komposisi grup tersebut membuat kedua negara dipandang sebagai kandidat terkuat untuk melaju ke fase gugur. Namun sorotan justru tertuju pada potensi benturan kekuatan dua tim besar kawasan.
Media Vietnam menilai Indonesia kini bukan lawan yang sama seperti beberapa tahun lalu.

- PSSI
Skuad Garuda yang dipenuhi pemain diaspora dinilai memiliki kualitas lebih tinggi dan layak diperhitungkan dalam perebutan puncak klasemen grup.
"Saingan utama untuk posisi pertama di grup ini bersama tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik adalah Indonesia, tim dengan banyak pemain naturalisasi berkualitas," tulis Dantri.com.vn.
Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Faktor kandang dianggap menjadi keuntungan penting bagi Indonesia sekaligus tantangan berat bagi Vietnam.
"Pertandingan paling menantang bagi tim Vietnam di babak penyisihan grup adalah laga melawan Indonesia pada tanggal 3 Agustus."
"Golden Star Warriors berada dalam posisi yang kurang menguntungkan karena harus memainkan pertandingan ini di kandang lawan," tulis Dantri lagi.
Atmosfer SUGBK yang dikenal penuh tekanan bagi tim tamu memang kerap menjadi faktor pembeda. Dukungan puluhan ribu suporter sering kali memberi energi tambahan bagi skuad Merah Putih dalam laga-laga besar.
Namun kekhawatiran terbesar Vietnam bukan hanya soal lokasi pertandingan. Komposisi pemain Indonesia yang kemungkinan jauh lebih kuat dibanding edisi sebelumnya menjadi perhatian utama.
Turnamen ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung di pertengahan tahun, waktu yang bertepatan dengan jeda kompetisi Eropa.
Situasi ini membuka peluang bagi Herdman untuk memanggil pemain diaspora yang biasanya sulit bergabung pada akhir tahun.

- Tangkapan layar YouTube Timnas Indonesia
"Berbeda dengan turnamen Piala AFF sebelumnya, Piala AFF 2026 akan berlangsung di pertengahan tahun, bukan di akhir tahun," tulis Dantri melanjutkan.
"Oleh karena itu, pelatih John Herdman berharap dapat mengumpulkan sekelompok pemain naturalisasi Indonesia yang saat ini bermain di luar negeri."
Jika skenario ini terwujud, Indonesia berpotensi menurunkan kekuatan mendekati skuad yang tampil di Kualifikasi Piala Dunia.
Walau peringkat FIFA Indonesia masih berada di bawah beberapa rival regional, ekspektasi publik terhadap turnamen ini sangat tinggi.
Piala AFF (ASEAN Cup) telah lama menjadi target yang belum tercapai.
Sepanjang sejarah keikutsertaan, Indonesia enam kali menjadi runner-up pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020, tanpa pernah mengangkat trofi.
"Indonesia memegang rekor kekalahan terbanyak di final turnamen regional, kalah 100% dari pertandingan tersebut."
"Saat ini, pelatih John Herdman ingin mengubah kenyataan itu untuk tim Indonesia," pungkas Dantri.com.vn.
Ambisi mengakhiri penantian panjang ini menjadi motivasi tambahan bagi skuad Garuda, terlebih dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora yang semakin matang.
Sebelum atmosfer ASEAN Cup benar-benar terasa, publik akan lebih dulu melihat arah permainan racikan Herdman dalam agenda FIFA Series 2026.
Uji coba internasional, termasuk menghadapi Saint Kitts and Nevis, akan menjadi gambaran awal bagaimana strategi serta komposisi pemain dibangun.
Dari sana, kekuatan sebenarnya Indonesia mungkin mulai terlihat, dan bukan tidak mungkin semakin membuat rival kawasan memperhitungkan langkah mereka.
(tsy)
Load more