Top 3 Timnas Indonesia: Ragnar Oratmangoen Jadi Mak Comblang, hingga Calon Pemain Naturalisasi Asal Jepang
- Instagram @lucmarijnissen
tvOnenews.com - Pergerakan Timnas Indonesia terus menjadi sorotan publik seiring proyek pembangunan skuad di bawah pelatih John Herdman.
Mulai dari rumor pemain keturunan di Eropa, peluang naturalisasi pemain Liga 1, hingga munculnya talenta muda diaspora di Belanda, semuanya menambah dinamika jelang agenda internasional berikutnya.
Berikut rangkuman tiga kabar terpopuler seputar Timnas Indonesia pada 13 Februari 2026.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Jembatan Bek Eropa Berdarah Jakarta
Ambisi mempertebal lini pertahanan skuad Garuda memunculkan satu nama menarik dari kompetisi Eropa.
Bek tengah FCV Dender, Luc Marijnissen, mulai ramai dibicarakan karena memiliki garis keturunan Indonesia.
Pemain kelahiran Roosendaal, Belanda, 9 Januari 2003 itu tampil konsisten di Belgia musim ini dengan catatan 24 penampilan dan satu gol.
Performa stabilnya membuat nilai pasarannya meningkat hingga sekitar 1,20 juta euro atau setara Rp20 miliar.
Dengan tinggi badan 190 cm, Marijnissen dikenal kuat dalam duel udara serta tenang membaca permainan.
Kemampuan distribusi bolanya juga dinilai rapi, kualitas yang cocok dengan kebutuhan pertahanan Timnas Indonesia saat ini.
Latar belakang keluarganya menambah daya tarik. Ia memiliki kakek asal Jakarta dan nenek dari Surabaya.
Bahkan kisah kedekatannya dengan budaya Indonesia sempat menjadi sorotan pada 2025 ketika pemilik klub menyapanya dengan bahasa Jawa.
Marijnissen saat ini satu tim dengan Ragnar Oratmangoen, pemain Timnas Indonesia yang lebih dulu dinaturalisasi.
Kedekatan keduanya berpotensi menjadi jalur komunikasi jika pembicaraan serius benar-benar dilakukan.
Selain itu, fakta bahwa ia belum pernah dipanggil tim nasional Belanda membuka peluang secara regulasi.
Dengan usia 23 tahun dan pengalaman kompetisi Eropa, ia dipandang sebagai kandidat potensial investasi jangka panjang bagi lini belakang Merah Putih.
Calon Pemain Naturalisasi Asal Jepang
Nama Taisei Marukawa kembali mencuat dalam diskusi publik terkait kemungkinan naturalisasi pemain asing yang telah lama berkarier di Indonesia.
Gelandang serang asal Jepang tersebut dinilai berpeluang memenuhi syarat masa tinggal setelah hampir lima tahun bermain di Liga 1.
Sejak datang pada 2021 bersama Persebaya Surabaya, Marukawa langsung mencuri perhatian dan meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga 1 musim 2021/2022.
Kariernya berlanjut ke PSIS Semarang hingga 2024 sebelum akhirnya bergabung dengan Dewa United.
Perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Ia sempat ditolak beberapa klub karena postur tubuh yang dianggap kecil.
Namun kesempatan dari Persebaya menjadi titik balik, mengubahnya menjadi salah satu pemain kreatif paling menonjol di kompetisi domestik.
Menariknya, ia pernah mengungkap dalam wawancara bahwa lonjakan gaji yang diterimanya setelah pindah klub mencapai level setara pemain J1 League Jepang.
Penghasilan tersebut bahkan disebut jauh lebih tinggi dibanding saat ia bermain di Malta.
Meski nilai pasarnya menurut Transfermarkt sempat menurun menjadi sekitar 325.000 euro, kontribusi teknis dan pengalaman kompetisinya tetap dinilai relevan jika naturalisasi benar-benar dipertimbangkan.
Dengan usia matang dan gaya bermain kreatif, Marukawa berpotensi menambah variasi lini serang Timnas Indonesia.
Mengenal Jael Pawirodihardjo
Sorotan lain datang dari Belanda, di mana penyerang muda Jael Pawirodihardjo mulai menarik perhatian publik Indonesia.
Pemain berusia 18 tahun tersebut kini memperkuat MVV Maastricht di Eerste Divisie.
Debut profesionalnya meninggalkan kesan setelah mencetak gol penting ke gawang De Graafschap.
Meski sering memulai laga dari bangku cadangan, ia menunjukkan mental kuat serta penyelesaian akhir yang dingin.
Sejak promosi dari tim junior pada Agustus 2025, Jael telah mencatatkan satu gol dari tujuh penampilan di tim utama.
Nilai pasarnya diperkirakan berada di kisaran Rp1,30 miliar menurut data Transfermarkt.
Perhatian publik semakin besar karena latar belakang keluarganya. Ia memiliki darah Suriname dan keturunan Indonesia dari pihak ibu.
Nama belakang Pawirodihardjo yang melekat pada jerseynya turut memicu rasa kedekatan dengan publik Tanah Air.
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga sebelumnya menegaskan bahwa pelatih Timnas Indonesia tengah memantau pemain potensial di dalam dan luar negeri.
Meski belum ada laporan resmi soal pemanggilan pemain baru, profil Jael dinilai cocok sebagai investasi jangka panjang, terutama untuk kebutuhan striker masa depan.
(asl/amr/tsy)
Load more