Pantas Saja Gagal ke Piala Dunia, John Herdman Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert
- AFC/Reuters Gareth Bumstead
"Jika ini adalah inti dan kekuatan tim kita, kita akan membangun di sekitarnya. Jadi, menurut saya, jelas, tidak ada alasan lagi tentang talenta kami."
"Saya pikir dengan para pemain yang kami rekrut, memang butuh waktu bagi mereka untuk bersatu," terangnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mengarah pada evaluasi terhadap periode sebelumnya, ketika Indonesia gagal mencapai target besar di kualifikasi internasional.
Menurut Herdman, persoalan utama bukan semata kualitas pemain, melainkan kurangnya waktu untuk membangun chemistry.
"Dan saya pikir pada siklus Piala Dunia sebelumnya," ungkapnya.
"Mereka tidak punya waktu untuk membangun koneksi yang diperlukan untuk melewati momen-momen sulit dalam pertandingan tandang."
"Tapi kami akan punya waktu dan akan membawa koneksi itu bersama-sama. Jadi talenta ada, kesempatan ada sekarang," tutupnya.
Pendapat Herdman selaras dengan analisis sejumlah pengamat sepak bola Asia yang menilai kontinuitas program dan kohesi tim menjadi faktor penting dalam kompetisi internasional.
Data FIFA Technical Study Group pada beberapa turnamen sebelumnya juga menunjukkan bahwa tim dengan waktu persiapan lebih panjang cenderung memiliki koordinasi taktik dan mental yang lebih stabil saat bermain tandang.
Kini, FIFA Series pada 23–31 Maret 2026 menjadi kesempatan awal bagi Herdman untuk menerapkan visinya.
Ajang tersebut diharapkan menjadi laboratorium untuk menguji struktur permainan sekaligus menyatukan potensi individu menjadi kekuatan kolektif.
Dengan fondasi pertahanan yang dinilai solid dan proses pemantauan pemain yang masih berjalan, tantangan terbesar pelatih baru ini bukan lagi menemukan bakat, melainkan merajut koneksi antarpemain agar Timnas Indonesia mampu tampil lebih konsisten dan kompetitif di level Asia.
(tsy)
Load more