Mengenal Robin Mirisola, Striker Muda Belgia yang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia
- Instagram @robin.mirisola
tvOnenews.com - Belakangan ini, nama Robin Mirisola mulai ramai diperbincangkan oleh pencinta sepak bola Indonesia.
Penyerang muda kelahiran Belgia itu disebut-sebut memiliki garis keturunan Indonesia dan dianggap sebagai salah satu talenta yang menarik untuk dipantau dalam proyek naturalisasi Timnas Indonesia ke depan.
Robin Mirisola adalah striker kelahiran Belgia, 8 Desember 2006, yang saat ini meniti karier di sistem pengembangan klub papan atas Belgia, KRC Genk.
Usianya yang masih sangat muda serta perkembangan performanya di level kompetisi Eropa membuatnya dinilai punya potensi besar sebagai aset jangka panjang, baik di level klub maupun tim nasional.
Perbincangan mengenai Mirisola bermula dari klaim di media sosial yang menyebut ia memiliki darah Indonesia dari garis keluarga ibunya.
Disebutkan bahwa kakeknya berasal dari Yogyakarta sebelum menetap di Eropa.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari sang pemain terkait hal tersebut.
Terlepas dari isu keturunan, performa di lapangan menjadi alasan utama mengapa namanya mencuri perhatian.
Ia menjalani proses perkembangan di Jong Genk, tim pengembangan KRC Genk, yang berlaga di Challenger Pro League, kasta kedua Liga Belgia.
Debutnya bersama Jong Genk dimulai pada musim 2022/2023.

- Instagram/Robin Mirisola
Setahun berselang, ia mulai mendapat peran penting dan tampil reguler. Pada musim 2023/2024, Mirisola mencatat empat gol dan dua assist dari 23 pertandingan.
Performa tersebut meningkat di musim berikutnya dengan torehan enam gol dan tiga assist dalam belasan laga.
Statistik ini menegaskan progres seorang striker muda berpostur 182 cm yang mulai menemukan konsistensi permainan dan kontribusi ofensifnya.
Bakat sepak bolanya tak lepas dari pengaruh keluarga. Ayahnya, Marco Mirisola, memiliki latar belakang sebagai pesepak bola dan pernah memperkuat klub Italia seperti Perugia dan Spezia.
"Ayah saya (Marco Mirisola) berasal dari Genk. Dia pernah bermain untuk tim junior Waterschei, tetapi mengikuti ibu ke Sint-Truiden. Di sana, saya memulai bermain sepak bola bersama Zepperen," kata Robin dikutip dari hbvl.be.
"Sebetulnya saya bisa juga bergabung dengan Sint-Truiden VV. Namun, karena hati ayah saya masih bersama Genk, saya bergabung dengan KRC Genk, sampai sekarang dan telah melewati belasan musim," lanjutnya.
“Ayah saya berasal dari Genk. Ia bahkan bermain untuk tim muda Waterschei, sebelum kemudian ikut ibunya pindah ke Sint-Truider,” ujar Robin.
“Hati saya tetap mencintai Genk. Karena itu saya memilih bermain untuk KRC Genk,” katanya.
“Klub ini berarti segalanya bagi saya. Sejak kecil saya datang ke stadion sebagai suporter dan bermimpi bisa bermain di lapangan,” ujar Mirisola.

- Instagram @robin.mirisola
Di level internasional, Mirisola bukan nama asing bagi federasi sepak bola Belgia.
Ia telah tampil di berbagai kelompok usia tim nasional, mulai dari U-16 hingga U-19.
Pengalaman ini termasuk partisipasi dalam perjuangan Belgia U-19 pada kualifikasi Euro U-19, dengan beberapa penampilan menghadapi tim-tim Eropa lainnya.
Keterlibatannya di skuad usia muda menunjukkan bahwa peluang membela Belgia senior masih terbuka.
Artinya, jika benar memiliki opsi naturalisasi Indonesia, keputusan tersebut akan bergantung pada banyak faktor, termasuk pilihan karier sang pemain sendiri.
Perkembangan performa Mirisola di level klub terlihat dari peningkatan kontribusi statistik tiap musim.
Pada musim 2024/2025 ia tampil dalam belasan pertandingan dengan total menit bermain yang signifikan, mencetak enam gol dan tiga assist, meningkat dibanding musim sebelumnya.
Performa tersebut turut berdampak pada nilai pasarnya yang diperkirakan mencapai sekitar 1,8 juta euro.
Potensi ini membuat KRC Genk bergerak cepat mengikatnya dengan kontrak hingga 2030, sekaligus meredam ketertarikan klub besar lain yang sempat memantau perkembangannya.
Menurut data umum pengembangan pemain muda di Belgia, liga negara tersebut memang dikenal sebagai salah satu jalur terbaik di Eropa untuk membina talenta muda sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih besar.
Banyak pemain top dunia memulai lonjakan kariernya dari sistem pengembangan klub-klub Belgia.
Walau isu naturalisasi terus bergulir, belum ada pernyataan resmi dari Mirisola mengenai kesiapan membela Timnas Indonesia.
Klaim garis keturunan juga belum dikonfirmasi langsung olehnya, sehingga status tersebut masih sebatas spekulasi.
Namun satu hal yang pasti, profilnya sebagai striker muda yang berkembang di Eropa membuat namanya layak diperhatikan.
Apakah ia kelak benar-benar menjadi bagian dari skuad Garuda atau tetap melanjutkan jalur bersama Belgia, semua masih terbuka.
(tsy)
Load more