Media Vietnam Sindir Sumardji yang Dapat Sanksi dari FIFA: Hukuman Terberat
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Indonesia setelah Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada mantan manajer Timnas Indonesia, Sumardji.
Hukuman tersebut merupakan buntut dari insiden panas yang terjadi seusai laga Indonesia melawan Irak dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang berlangsung pada 11 Oktober tahun lalu berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi skuad Garuda.
Namun, sorotan justru tertuju pada kericuhan di tepi lapangan setelah peluit panjang berbunyi.
Sumardji disebut terlibat dalam insiden tersebut hingga mendapat kartu merah dari wasit Ma Ning.
Tidak berhenti sampai di situ, proses disiplin pun berlanjut hingga ke level federasi internasional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, FIFA menyatakan adanya tindakan agresif terhadap perangkat pertandingan.
Dalam laporan resminya, Komite Disiplin FIFA menjelaskan:
"Dalam konteks ini, Komite mengamati dari bukti yang telah disebutkan di atas bahwa setelah pertandingan, Tergugat (Sumardji) menyerang wasit, dengan menerjangnya dari belakang dan mendorongnya secara agresif dan kasar hingga terlentang," tulis laporan Komite Disiplin FIFA
"Sebelum dipisahkan oleh pemain yang mencegah, Tergugat melanjutkan serangannya terhadap wasit. Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, wasit segera menunjukkan kartu merah kepada Tergugat."
"Tergugat dikenai hukuman skorsing selama dua puluh (20) pertandingan," sambungnya.
Sebagai konsekuensi, FIFA menjatuhkan larangan mendampingi tim nasional selama 20 pertandingan internasional serta denda sebesar 15.000 Swiss Franc atau sekitar Rp324 juta.
Menurut laporan lanjutan, sanksi tersebut bahkan meningkat dari rencana awal. FIFA awalnya mempertimbangkan hukuman 15 laga, tetapi setelah proses banding dan peninjauan ulang bukti, larangan diperpanjang menjadi 20 pertandingan pada November 2025.
Sumardji sendiri kemudian menyampaikan bahwa larangan itu berkaitan dengan kehadiran di area teknis, sementara ia masih diperbolehkan menyaksikan pertandingan dari tribun.
Kasus ini tak hanya mendapat perhatian di dalam negeri.
Media Vietnam, Soha, turut menyoroti keputusan FIFA tersebut dan menilainya sebagai kejadian yang jarang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
"FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 20 pertandingan kepada bos sepak bola Indonesia karena mendorong wasit, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Upaya banding tersebut gagal, dan manajer tim nasional Indonesia, Sumardji, juga dijatuhi hukuman berat oleh FIFA."
"Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) baru saja mengejutkan sepak bola Asia Tenggara dengan melarang Sumardji, kepala delegasi tim nasional Indonesia, untuk memimpin 20 pertandingan internasional karena menyerang seorang wasit setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026, dan juga mendendanya lebih dari 500 juta VND (setara dengan 324 juta rupiah)," tulis Soha.
"Hukuman ini dianggap sebagai salah satu tindakan disiplin individu terberat yang pernah dijatuhkan FIFA kepada seorang ofisial tim nasional di wilayah tersebut!"
Sorotan tersebut menegaskan bahwa insiden ini menjadi perbincangan regional, bukan sekadar isu domestik.
Dalam regulasi disiplin FIFA, tindakan agresif terhadap wasit termasuk pelanggaran serius yang dapat berujung pada larangan panjang, denda, hingga sanksi tambahan.
Badan sepak bola dunia tersebut memang menempatkan perlindungan terhadap perangkat pertandingan sebagai prioritas utama dalam menjaga integritas kompetisi.
Sumardji sendiri diketahui telah mengundurkan diri dari jabatan manajer timnas pada Desember 2025, tak lama setelah proses disiplin berjalan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi semua elemen sepak bola, baik pemain maupun ofisial, mengenai konsekuensi serius pelanggaran etika pertandingan di level internasional.
(tsy)
Load more