Blak-blakan Bung Binder soal Isu “Downgrade” Pemain Diaspora Timnas Indonesia ke Super League: Nggak Logis
- Instagram @maurozijlstra
tvOnenews.com - Isu kepindahan pemain diaspora dari Eropa ke Super League kembali memantik perdebatan panas di kalangan suporter Timnas Indonesia.
Sebagian publik menilai langkah tersebut sebagai “downgrade” dan bahkan menuding PSSI sengaja menarik pemain pulang demi kepentingan Piala AFF.
Menanggapi hal itu, pengamat sepak bola Indonesia, Bung Binder, angkat bicara secara tegas dan blak-blakan.

- tangkapan layar YouTube Bola Bung Binder
Menurut Bung Binder, harapan agar pemain Timnas Indonesia tetap berkarier di Eropa memang wajar. Namun realitas sepak bola profesional tak sesederhana itu.
Ia menegaskan, pemain yang minim menit bermain di level klub akan kesulitan tampil maksimal saat membela tim nasional. Situasi ini, menurutnya, sering kali luput dari pemahaman publik.
“Saya pikir kita pun harus paham bahwa ketika ada pemain tidak mendapatkan menit bermain yang cukup di level klub, tentu sang pemain akan kesulitan untuk bisa bermain secara baik bagi timnas,” ujar Bung Binder melalui kanal YouTube Bola Bung Binder.
Lebih lanjut, Bung Binder meluruskan anggapan bahwa PSSI memiliki kuasa atas karier klub para pemain.

- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Ia menegaskan federasi sama sekali tidak berhak melarang atau mengarahkan seorang pemain untuk bergabung dengan klub tertentu, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia juga membantah keras narasi yang menyebut PSSI sengaja “memulangkan” pemain diaspora agar mudah dipanggil ke Timnas Indonesia, khususnya jelang Piala AFF.
“Ini bagi saya lebih enggak logis. Buat apa PSSI panggil para pemain untuk bermain di sini? Itu kan adalah hak seorang pemain kan. Pemain tersebut juga harus mempertimbangkan nilai kontrak. kemudian gaji dan fasilitas lainnya yang bisa dia dapat,” katanya.
Bung Binder kemudian menyoroti istilah “downgrade” yang kerap dilekatkan pada pemain diaspora yang memilih bermain di Liga Indonesia.

- instagram Thom Haye
Load more