Siapa Sih Luke Vickery? Winger Liga Australia yang Berpeluang Jadi Pemain Naturalisasi Pertama Era John Herdman
- x.com/mfcbulls
tvOnenews.com - Nama Luke Vickery mendadak mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.
Winger muda yang kini memperkuat Macarthur FC di A-League Australia itu dikabarkan masuk radar PSSI dan berpeluang menjadi pemain naturalisasi pertama Timnas Indonesia di era kepelatihan John Herdman.
Isu ini bukan sekadar rumor liar. Luke Vickery sendiri secara terbuka mengakui bahwa sudah ada komunikasi awal dengan pihak PSSI terkait kemungkinan membela Timnas Indonesia.
“Saya bisa mewakili Australia, AS (Amerika Serikat), atau Indonesia, dan Indonesia cukup tertarik. Sudah ada sedikit komunikasi antara kami untuk melihat berbagai pilihan dan berbagai peluang yang bisa saya dapatkan sebagai pemain,” kata Luke Vickery dikutip dari media Australia, SmartB.
“Tentu saja semua orang ingin bermain di panggung nasional untuk tim nasional, tetapi saya hanya sedang menjajaki kemungkinan,” lanjut pesepak bola 20 tahun tersebut.
Lantas, siapa sih sebenarnya Luke Vickery? Simak profilnya di bawah ini.
Profil Luke Vickery

- Instagram - Luke Vickery
Luke Vickery lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005.
Ia memiliki tinggi badan 183 cm dan dikenal sebagai pemain depan serba bisa yang dapat beroperasi sebagai winger kanan, winger kiri, maupun penyerang tengah.
Secara kewarganegaraan, Vickery memegang paspor Australia dan Amerika Serikat.
Namun, ia memiliki darah Indonesia dari garis keturunan nenek pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Fakta inilah yang membuka peluang bagi sang pemain untuk menjalani proses naturalisasi sesuai regulasi FIFA.
Karier profesionalnya dimulai bersama Western United sebelum hijrah ke Macarthur FC pada September 2025.
Ia dikontrak hingga Juni 2027 dan perlahan menjelma menjadi salah satu pemain muda yang diperhitungkan di A-League.
Musim ini, Luke Vickery tampil cukup menjanjikan bersama Macarthur FC.
Dari 18 pertandingan di semua kompetisi, ia berhasil mencatatkan lima gol dan tiga assist.
Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu opsi ofensif penting di skuad The Bulls.
Keunggulan utama Vickery terletak pada kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, serta fleksibilitas posisi.
Ia juga dikenal ambidextrous, mampu menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, sebuah atribut langka untuk pemain sayap.
Dalam skema 3-4-3 yang kerap digunakan John Herdman, Vickery dinilai cocok mengisi peran winger kanan.
Namun, kemampuannya bermain di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah memberi banyak opsi taktis bagi tim pelatih.
Jika proses naturalisasi Luke Vickery benar-benar terealisasi, peta persaingan di lini depan Timnas Indonesia dipastikan semakin ketat.
Nama-nama seperti Rafael Struick hingga Mauro Zijlstra berpotensi terdampak.
Rafael Struick selama ini kerap bermain sebagai winger, posisi yang juga menjadi spesialisasi Vickery.
Sementara Mauro Zijlstra bisa mendapat pesaing baru di posisi penyerang tengah, mengingat Vickery mampu dimainkan sebagai ujung tombak.
Situasi ini sejalan dengan filosofi John Herdman yang menekankan kompetisi sehat dan kualitas individu tinggi di setiap posisi.
Menariknya, Luke Vickery bukan sosok asing di level internasional.

- Instagram - Luke Vickery
Ia pernah memperkuat Timnas Australia U-19 dan bahkan tampil di Piala AFF U-19 2024 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Pemanggilan ke skuad muda Australia tersebut menjadi indikasi bahwa Vickery memiliki reputasi dan potensi yang diakui di level regional.
“Meskipun ia belum memberi dampak besar di papan skor, pemanggilan Vickery baru-baru ini ke Young Socceroos mencerminkan reputasi dan keterampilannya yang semakin meningkat,“ tulis wufc.com.au.
Peluang Luke Vickery semakin relevan jika dikaitkan dengan standar tinggi yang ditetapkan John Herdman untuk calon pemain naturalisasi.
Bermain reguler di liga profesional, memiliki jam terbang internasional, serta kecerdasan taktik menjadi poin utama dalam filosofi sang pelatih.
Bermain di kasta tertinggi Liga Australia dan masih berusia 20 tahun, Vickery dinilai memenuhi kriteria sebagai proyek jangka panjang Timnas Indonesia menuju target besar, termasuk Piala Dunia 2030.
Kini, keputusan berada di tangan PSSI dan sang pemain. Apakah Luke Vickery akan memilih membuka lembaran baru bersama Timnas Indonesia?
(tsy)
Load more