News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Joey Pelupessy Merasa Patah Hati: Era Patrick Kluivert Hancurkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Bagi Joey Pelupessy, kegagalan Timnas Indonesia terasa semakin menyakitkan. Usianya yang tak lagi muda membuat Piala Dunia 2026 seolah menjadi kesempatan emas terakhir
Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB
Joey Pelupessy Merasa Patah Hati: Era Patrick Kluivert Hancurkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram Joey Pelupessy

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi banyak pemain, salah satunya Joey Pelupessy

Gelandang naturalisasi tersebut mengaku hatinya benar-benar hancur setelah perjuangan panjang skuad Garuda berakhir sia-sia di era kepelatihan Patrick Kluivert

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan besar yang sempat tumbuh justru runtuh dalam waktu singkat, meninggalkan rasa kecewa yang sulit dilupakan.

Bagi Joey Pelupessy, kegagalan ini terasa semakin menyakitkan karena datang di momen yang krusial dalam perjalanan kariernya. Usianya yang tak lagi muda membuat Piala Dunia 2026 seolah menjadi kesempatan emas terakhir. 

Namun, alih-alih mendekati mimpi, Timnas Indonesia justru harus menguburnya lebih cepat setelah performa tim menurun dan gagal bersaing di putaran krusial kualifikasi.

Harapan Besar Joey Pelupessy yang Berakhir di Putaran Keempat

Joey Pelupessy merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia yang tampil di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

Pemain yang kini membela Lommel SK di Belgia itu resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025 di Roma. Sejak saat itu, ia membawa harapan besar untuk bisa mencatat sejarah bersama skuad Garuda.

Dalam kurun waktu singkat, Joey mencatatkan enam penampilan bersama Timnas Indonesia. Namun, perjalanan tersebut hanya bertahan sekitar 206 hari. 

Mimpi besar itu runtuh setelah Indonesia menelan kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Kekalahan terakhir dari Irak pada 11 Oktober 2025 menjadi titik balik yang paling menyakitkan bagi Joey.

“Jika kamu kalah dua kali, maka kamu memang tidak pantas mendapatkannya,” ujar Joey Pelupessy, dikutip dari laman Tubantia. 

Meski begitu, ia menegaskan bahwa peluang lolos sebenarnya terbuka lebar di putaran sebelumnya. 

“Tapi kami hampir saja lolos dengan cepat. Dan tiba-tiba semuanya berakhir,” tambahnya.

Era Patrick Kluivert yang Tak Berjalan Sesuai Harapan

Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pengganti Shin Tae-yong dengan ekspektasi besar dari publik sepak bola Indonesia. Namun, kenyataan di lapangan justru berkata sebaliknya. 

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dengan Joey Pelupessy
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dengan Joey Pelupessy
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Di bawah arahan pelatih asal Belanda tersebut, tren permainan Timnas Indonesia dinilai menurun, terutama dalam laga-laga penentuan.

Joey Pelupessy secara jujur mengakui bahwa permainan tim tidak cukup solid saat menghadapi lawan-lawan berat seperti Arab Saudi dan Iran di putaran keempat. 

Kekompakan yang diharapkan tidak sepenuhnya terwujud, sementara tekanan semakin besar seiring tingginya ekspektasi publik.

“Saya merasa sangat hancur. Perasaan itu pasti bertahan selama dua minggu,” kata Joey. 

Ia menggambarkan emosinya seperti berada di atas rollercoaster, dari euforia saat resmi menjadi WNI hingga kekecewaan mendalam ketika mimpi Piala Dunia harus pupus.

Realitas Usia dan Masa Depan Joey Bersama Timnas Indonesia

Kegagalan ini terasa semakin pahit karena faktor usia. Joey Pelupessy menyadari bahwa waktu tidak berpihak kepadanya. 

“Dalam lima tahun, saya akan berusia 37 tahun. Jangan pernah mengatakan tidak pernah,” ujarnya. Namun, ia memilih bersikap realistis. 

“Tapi saya lebih suka bersikap realistis. Ini seharusnya terjadi sekarang.”

Meski masih ada peluang untuk tampil sebagai pemain pengganti di masa depan, Joey memahami bahwa hal tersebut bukan jaminan. 

Setelah kegagalan ini, ia sempat berkomunikasi dengan beberapa staf pelatih Timnas Indonesia. Namun, kesempatan itu tertutup setelah PSSI memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert.

“Bukan berarti kita menangis di telepon satu sama lain,” ucap Joey. Tapi kita bekerja menuju sesuatu, dan tiba-tiba itu berakhir dengan sayang.” 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa dunia sepak bola memang penuh dengan realitas keras yang harus diterima oleh setiap pemain.

Kini, Joey Pelupessy hanya bisa fokus bekerja keras bersama klubnya dan menjaga performa terbaik. Harapannya sederhana: tetap membuka peluang jika suatu hari Timnas Indonesia kembali memanggil namanya, meski mimpi tampil di Piala Dunia 2026 terasa semakin jauh. (udn)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT