Beda Jauh dengan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Pengamat: John Herdman Lebih Mirip Pep Guardiola
- REUTERS
tvOnenews.com - Nama John Herdman kembali menguat dalam bursa calon pelatih Timnas Indonesia.
Meski PSSI belum memberikan pengumuman resmi, perbincangan publik mengenai sosok pelatih asal Inggris tersebut kian ramai, terutama menyangkut karakter dan gaya kepelatihannya.
Salah satu pengamat sepak bola nasional yang angkat bicara adalah Haris Pardede.
Pria yang akrab disapa Bung Harpa itu menilai John Herdman memiliki pendekatan yang sangat berbeda dibanding pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, termasuk Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
- Instagram @uhdfc_1983 & @patrickkluivert9
Menurut Bung Harpa, Herdman bukan tipe pelatih yang kaku terhadap satu sistem permainan.
Ia dikenal adaptif dan gemar melakukan improvisasi, bahkan disebut memiliki karakter yang mirip dengan pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
"Gaya dia ini berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya termasuk Patrick Kluivert dan juga Shin Tae-yong," kata Bung Harpa, dikutip dari kanal YouTube miliknya.
Pada era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia kerap mengandalkan skema tiga bek dengan pendekatan pragmatis.
Jay Idzes dan kolega lebih sering menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik cepat.
Sementara itu, Patrick Kluivert dikenal membawa filosofi menyerang yang agresif.
Hal tersebut terlihat jelas saat Timnas Indonesia menghadapi Australia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kala itu, Kluivert tetap memaksa anak asuhnya bermain terbuka meski berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas di atas kertas.
Berbeda dari dua pendahulunya, Bung Harpa menilai John Herdman memiliki pakem yang lebih dinamis.
Berdasarkan data dari Transfermarkt.com, Herdman memang kerap menggunakan formasi tiga bek, terutama 3-4-2-1.
Namun, formasi tersebut bukanlah harga mati.
"Dia itu sangat improvisasi. Gampangnya begini, karakternya itu mirip Pep Guardiola," jelas Bung Harpa.
- Action Images via Reuters/Paul Childs
Menurutnya, kesamaan Herdman dengan Guardiola terletak pada kemampuan membaca lawan sebelum menentukan pendekatan permainan.
Herdman disebut tidak memaksakan satu gaya bermain untuk semua situasi.
Jika menghadapi tim yang lebih kuat, ia cenderung mengedepankan organisasi bertahan.
Load more