Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Kok Ada Nama Phillip Cocu Sebagai Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Dibandingkan Patrick Kluivert, Dia Lebih...
- Kolase tvOnenews.com | Instagram @phillipcocu8 dan @timnasindonesia
tvOnenews.com - PSSI resmi mengakhiri kontraknya dengan tim kepelatihan Timnas Indonesia, termasuk sang pelatih kepala Patrick Kluivert.
Keputusan ini dilakukan melalui kesepakatan bersama antara kedua pihak.
Melalui pernyataan di situs resminya, PSSI menjelaskan bahwa penghentian kerja sama dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika internal serta arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Sebelumnya, kontrak antara Kluivert dan PSSI diketahui berdurasi dua tahun.

- PSSI
Dengan keputusan ini, Kluivert dan jajaran stafnya tak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.
“Setelah bekerja bersama-sama secara intensif selama hampir 12 bulan, PSSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Patrick Kluivert dan para stafnya atas dedikasi dan kontribusi mereka bagi sepak bola Indonesia,” tulis pernyataan resmi PSSI.
“Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” lanjutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang telah mereka tunjukkan. Semangat dan kehadiran mereka di Indonesia akan selalu dikenang dengan rasa hormat, dan kami mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya.”
Langkah ini menandai berakhirnya era singkat Patrick Kluivert bersama skuad Garuda.
Namun di tengah kabar perpisahan ini, muncul satu nama tak terduga yang ramai diperbincangkan warganet: Phillip Cocu.
Siapa Phillip Cocu dan Mengapa Namanya Tiba-tiba Muncul?

- Kolase tvOnenews.com | Instagram @phillipcocu8 dan @timnasindonesia
Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba nama Phillip Cocu mencuat ke permukaan sebagai salah satu kandidat pengganti Kluivert.
Mantan pelatih PSV Eindhoven ini disebut-sebut sebagai sosok dengan profil “lebih mewah” dibanding Kluivert, berkat rekam jejak kepelatihannya yang solid dan jam terbang tinggi di Eropa.
Phillip Cocu adalah pelatih asal Belanda yang memulai karier kepelatihannya pada 2008 sebagai asisten pelatih Timnas Belanda.
Empat tahun kemudian, ia naik pangkat menjadi pelatih kepala PSV U-19, sebelum dipercaya memimpin tim utama PSV Eindhoven.
Terakhir, Cocu menangani klub Vitesse pada tahun 2023. Hingga kini, pria berusia 54 tahun itu belum kembali menakhodai klub mana pun—sebuah fakta yang membuatnya masuk radar publik sebagai kandidat potensial pelatih baru Timnas Indonesia.
Cocu dikenal sebagai pelatih yang disiplin, berorientasi pada pembinaan jangka panjang, dan memiliki filosofi permainan modern dengan formasi favorit 4-3-3 bertahan.
Selama melatih PSV, ia mencatat 220 pertandingan dengan hasil 144 kemenangan, 35 imbang, dan 41 kekalahan.
Tak hanya itu, Cocu juga sukses mempersembahkan sederet gelar bergengsi untuk PSV, di antaranya, 3 kali juara Eredivisie (Dutch Champion) pada musim 2014/15, 2015/16, dan 2017/18, 2 kali juara Dutch Super Cup (2015/16, 2016/17), dan 1 gelar Dutch Cup (2011/12).
Salah satu catatan menarik, Cocu tercatat selalu membawa timnya menang dalam laga debut, baik di klub maupun kompetisi, kecuali saat debutnya bersama PSV di UEFA Europa League melawan Valencia CF pada 2012 yang berakhir imbang.
Karier dan Statistik Phillip Cocu
Profil Singkat:
Nama Lengkap: Phillip John William Cocu
Tanggal Lahir: 29 Oktober 1970 (54 tahun)
Kelahiran: Eindhoven, Belanda
Kewarganegaraan: Belanda
Lisensi Kepelatihan: UEFA Pro License
Formasi Favorit: 4-3-3 Defending
Agen: Wasserman
Statistik Klub:
- Derby County: 65 laga (22 menang, 17 imbang, 26 kalah)
- Fenerbahce: 15 laga (3 menang, 5 imbang, 7 kalah)
- PSV Eindhoven: 232 laga (153 menang, 36 imbang, 43 kalah)
- PSV Eindhoven U19: 31 laga (22 menang, 5 imbang, 4 kalah)
- Vitesse Arnhem: 39 laga (10 menang, 10 imbang, 19 kalah)
Prestasi di Kompetisi Besar:
- UEFA Champions League: 14 laga (3 menang, 4 imbang, 7 kalah)
- UEFA Europa League: 18 laga (5 menang, 5 imbang, 8 kalah)
- Eredivisie: 211 laga (135 menang, 37 imbang, 39 kalah)
Lebih “Mewah” dari Kluivert?
Dibandingkan Patrick Kluivert, Cocu punya pengalaman kepelatihan yang jauh lebih matang, dengan jam terbang tinggi di level klub Eropa dan torehan gelar yang konkret.
Jika Kluivert dikenal karismatik dan berpengaruh secara emosional, Cocu justru terkenal sebagai sosok tenang, analitis, dan sistematis, gaya kepemimpinan yang dinilai lebih cocok untuk membangun fondasi jangka panjang tim nasional.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PSSI soal rumor nama Phillip Cocu.
Namun, para pendukung Timnas Indonesia mulai berspekulasi bahwa sosok seperti Cocu, yang punya visi, pengalaman, dan lisensi top Eropa, bisa menjadi angin segar dalam perjalanan sepak bola Garuda pasca-Kluivert.
Apakah PSSI benar-benar akan mendekati Phillip Cocu? Waktu yang akan menjawab. (tsy)
Load more