News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Mohammad Nasuha? Mantan Bek Tangguh Timnas Indonesia Andalan Alfred Riedl, Kini Justru Jadi…

Perjalanan hidup Mohammad Nasuha penuh kejutan, dari bek kiri tangguh andalan Alfred Riedl hingga kini jadi...
Minggu, 5 Oktober 2025 - 09:33 WIB
Alfred Riedl dan Mohammad Nasuha
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com | istimewa - Instagram @mohammadnasuha_

tvOnenews.com - Nama Mohammad Nasuha mungkin tak lagi sering menghiasi pemberitaan olahraga seperti dulu.

Namun, bagi para pecinta sepak bola Indonesia, sulit melupakan sosok bek kiri tangguh yang dikenal lewat kecepatan, ketegasan, dan loyalitasnya saat membela Garuda di pentas internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, sosok yang dulu berlari di sisi kiri pertahanan itu tengah menapaki babak baru dalam kariernya, dari pemain yang disegani, menjadi pelatih yang mulai mencuri perhatian.

Karier Nasuha di lapangan hijau terbilang gemilang. Ia bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan bagian penting dari klub-klub besar seperti Sriwijaya FC, Persija Jakarta, hingga Persib Bandung.

Mohammad Nasuha
Mohammad Nasuha
Sumber :
  • Instagram @mohammadnasuha_

 

Di masa jayanya, Nasuha menjadi salah satu bek kiri paling konsisten di Tanah Air.

Bersama Sriwijaya FC, ia ikut mengantarkan klub itu meraih Copa Indonesia 2008/2009 dan Piala Indonesia 2010, torehan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain belakang terbaik di kompetisi domestik.

Namun, puncak ketenarannya datang saat mengenakan seragam Timnas Indonesia di era Alfred Riedl.

Pelatih asal Austria itu melihat potensi luar biasa pada Nasuha dan menjadikannya andalan utama di Piala AFF 2010.

Bersama generasi emas kala itu, ia ikut menyalakan kembali semangat nasionalisme publik melalui permainan yang menggugah.

Meski akhirnya Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia dengan agregat 2-4, nama Nasuha tetap terpatri dalam ingatan sebagai bagian dari skuad yang membangkitkan kembali gairah sepak bola nasional.

Mohammad Nasuha saat membela Timnas Indonesia
Mohammad Nasuha saat membela Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram @mohammadnasuha_

 

Ada satu fakta menarik tentangnya, meski berposisi sebagai bek kiri, ternyata kaki dominan Nasuha adalah kanan.

“Kaki kuat saya sebenarnya kanan. Tapi karena sudah terbiasa di kiri, akhirnya bisa,” ujarnya sambil tertawa dalam wawancara di kanal YouTube Sports77 Official.

Perjalanan kariernya juga tak selalu berjalan mulus. Di awal kiprah bersama Persikota Tangerang, Nasuha bahkan sempat bermain sebagai gelandang.

Di bawah asuhan pelatih legendaris Mundari Karya, ia dibawa dari Pelita Krakatau Steel ke Persikota, sebelum akhirnya direkrut oleh Rahmad Darmawan untuk memperkuat Sriwijaya FC.

Sayangnya, langkah karier yang menjanjikan itu terhenti oleh cedera berat.

Saat membela Persib Bandung dalam laga panas melawan Persija Jakarta, Nasuha mengalami cedera horor, robek meniskus dan pecah tulang rawan lutut kiri.

“Waktu itu saya lagi intercept. Dapat bolanya, waktu mau berdiri pas kaki kiri mau bertumpu tiba-tiba menekuk ke dalam. Itu sakit banget. Berdiri gak bisa lurus,” kenangnya dengan nada getir.

Setelah operasi dan pemulihan panjang, Nasuha sempat mencoba bangkit bersama Cilegon United. Namun takdir kembali mengujinya.

Dalam laga melawan Semen Padang, ia kembali mengalami cedera hingga harus benar-benar mengakhiri kariernya sebagai pemain.

“Selama setahun saya nggak bisa berlari. Jalan saja sakit,” tuturnya mengenang masa-masa sulit itu.

Meski harus gantung sepatu lebih awal, kecintaannya terhadap sepak bola tak pernah padam. Ia memilih tetap berada di dunia yang telah membesarkan namanya, kini sebagai pelatih.

Nasuha sempat bergabung dalam tim kepelatihan RANS Cilegon pada 2021, kemudian menjadi asisten pelatih di PS Barito Putera.

Namun, titik balik besar datang pada akhir 2024. Persiba Balikpapan menunjuknya sebagai pelatih kepala menggantikan Amir Yusuf Pohan menjelang laga kontra PSCS Cilacap. 

Saat itu, tim berjuluk “Selicin Minyak” tengah terpuruk di klasemen Liga Nusantara. Tantangan berat menantinya, namun justru di situlah jiwa pejuang Nasuha kembali menyala.

Di bawah arahannya, Persiba Balikpapan berhasil bangkit. Mereka menutup musim di posisi ketiga Liga Nusantara 2024/2025, bahkan sukses meraih tiket promosi ke Liga 2 musim 2025/2026 lewat kemenangan dramatis adu penalti 6-5 atas PSCS Ciamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manajemen pun langsung memperpanjang kontraknya.

Kini, publik menatap dengan optimisme. Sosok yang dulu dikenal karena keteguhannya di lini pertahanan kini dipercaya sebagai arsitek kebangkitan Persiba Balikpapan. (tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT