Gagal Lolos ke Piala Asia 2026, Satoru Mochizuki Minta Diberi 'Extra Time' untuk Bangun Timnas Putri Indonesia
- Tim tvOne/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, meminta diberikan waktu tambahan dalam membangun skuad Garuda Pertiwi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Satoru Mochizuki dalam konferensi pers usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Asia Putri 2026 pada Sabtu (5/7/2025).
Skuad Garuda Pertiwi gagal melenggang ke Piala Asia 2026 usai ditumbangkan Taiwan dalam laga pamungkas babak kualifikasi.

- tvonenews.com - Taufik Hidayat
Pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Taiwan itu berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang pada Sabtu (5/7/2025).
Hasil ini tentu bisa menjadi pertimbangan bagi PSSI dalam menentukan masa depan pelatih asla Jepang tersebut bersama Garuda Pertiwi.
Pasalnya, kontrak Satoru Mochizuki bersama Timnas Putri Indonesia tercatat akan segera habis dalam lima bulan lagi.
Namun, Satoru Mochizuki secara tidak langsung berharap kontraknya diperpanjang agar dirinya bisa membangun Garuda Pertiwi menjadi tim yang sangat kuat.

- tvonenews.com - Taufik Hidayat
"Jadi memang kalau kita membangun tim itu membutuhkan waktu yang lama. Terus kita bangun sedikit demi sedikit supaya bisa menjadi kokoh," ujar Satoru Mochizuki.
"Makanya saya berpikir kalau bisa dikasih kesempatan, saya ingin membangun tim ini sedikit demi sedikit supaya bisa jadi tim yang sangat kuat,” tambahnya.
Pelatih berusia 61 tahun itu kemudian mencotohkan Jepang yang menjadi juara dunia pada 2011 di Jerman dan meraih medali perak Olimpiade 2012 di London, Inggris.
Ketika itu, Satoru Mochizuki pun turut ambil bagian dengan menjadi asisten pelatih dari pelatih kepala Norio Sasaki.
"Saya dan tim Jepang dapat kesempatan memenangi Piala Dunia Wanita (2011). Jepang untuk bisa mencapai prestasi itu mereka melakukan kerja keras dan perkembangan selama 10 tahun, 20 tahun, bahkan 30 tahun," jelas Satoru Mochizuki.
"Jadi saya juga ingin mengambil hal-hal yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia dan ingin terus mengembangkan sepak bola putri di Indonesia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Satoru Mochizuki pun meminta para anak asuhnya untuk mengalihkan fokus usai kegagalan lolos ke Piala Asia 2026.
Setelah kegagalan di kualifikasi Piala Asia Putri, Garuda Pertiwi mengalihkan fokusnya pada turnamen Piala AFF Putri 2025 yang digelar bulan depan di Vietnam.
Ia mengatakan kemungkinan timnya tak akan diperkuat beberapa pemain diaspora pada turnamen tersebut.
"Setiap ikut turnamen kita ingin menang dan juara. Sekarang kita berjuang ke arah sana. Jadi sekarang kita lagi memikirkan gimana caranya untuk menang," kata Satoru Mochizuki.
"Kita nanti di AFF kemungkinan akan tanpa pemain diaspora, karena mereka bermain di liga. Tapi kita juga masih punya pemain-pemain bagus dan punya teknik yang luar biasa seperti Sheva, Helsya, Reva,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan pihaknya tetap mempercayakan Timnas Putri Indonesia kepada Satoru Mochizuki.
Meski pelatih asal Jepang tersebut baru saja gagal membawa timnya lolos ke putaran final Piala Asia Putri 2026 di Australia.
"Kontraknya sampai Desember (2025). Nanti kita review," kata Erick saat ditemui setelah kekalahan Indonesia melawan Taiwan di Indomilk Arena, Sabtu.
(igp/yus)
Load more