News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AFC Beri Hukuman Ratusan Juta pada PSSI, Persib Bandung Hingga Madura United, Wakil di Asia Terbukti Tak Kolaboratif

Hukuman denda tersebut berdasarkan pengumuman disiplin yang diunggah AFC pada Sabtu (21/6/2025). 
Sabtu, 21 Juni 2025 - 21:21 WIB
AFC Beri Hukuman pada PSSI dan Persib Bandung
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - AFC memberikan hukuman denda total 26.000 dolar AS atau setara dengan Rp426,7 juta pada PSSI, Persib Bandung dan Madura United

Hukuman denda tersebut berdasarkan pengumuman disiplin yang diunggah AFC pada Sabtu (21/6/2025). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada hukuman yang tertanda Kamis (19/6/2025) tersebut, dua perwakilan Indonesia di kancah Asia terbukti bersalah oleh AFC. 

AFC menjatuhkan sanksi pada PSSI untuk kompetisi Piala Asia Futsal Putri per tanggal 13 Mei 2025 lalu. 

Timnas Futsal Indonesia Putri yang bermain melawan China di babak final terbukti bersalah. 

"Tim terbukti melanggar Pasal 53 Kode Etik dan Disiplin AFC," tulis AFC dikutip Sabtu (21/6/2025). 

"Empat orang terafiliasi dengan Timnas Futsal Indonesia Putri yang sudah mendapatkan sanksi pada saat pertandingan," tulis AFC. 

Atas bukti tersebut, AFC menghukum PSSI sebagai federasi yang menaungi Timnas Futsal Indonesia Putri dengan sanksi denda 1.500 dolar AS atau setara dengan Rp24,6 juta. 

Hukuman lebih berat pun dapat diberikan jika AFC mendapatkan PSSI melakukan pelanggaran serupa di kemudian hari. 

Tidak hanya Timnas Futsal Indonesia Putri yang mendapatkan hukuman dari PSSI. 

Persib Bandung pun turut mendapatkan sanksi dari AFC. 

Menariknya, ini bukanlah sanksi yang terjadi di tahun 2025, melain pada 2024 tepatnya saat Persib Bandung menjamu Port FC

Persib Bandung dianggap tak kolaboratif ketika AFC menggelar AFC Champions League Two 2024-2025 antara Persib Bandung melawan Port FC. 

"Persib Bandung gagal untuk berkolaborasi," tulis AFC. 

Atas pelanggaran tersebut, Persib Bandung mendapatkan sanksi sebesar 5.000 dolar AS atau setara dengan Rp820 juta.

Sayangnya, tak jelas apa maksud AFC atas tidakan tidak kolaboratif dari wakil Indonesia di ajang Asia tersebut. 

Pelanggaran pun dilakukan oleh wakil Indonesia di ajang AFC Challenge League 2025-2026, Madura United. 

Bahkan total 19.500 dolar AS atau Rp320 juta wajib dibayarkan Madura United pada AFC.

Madura United terbukti melakukan pelanggaran berat ketika menjamu klub asal Kamboja, Preah Khan Reach Svay Rieng FC, April 2025 lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Madura United terbukti bersalah dari mulai suporter yang hadir, panitia penyelenggara hingga stadion. 

"Suporter duduk di pagar pembatas stadion selama pertandingan dan melakukan gerakan yang menyinggung tim tamu," tulis AFC. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT