News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bima Sakti Sebut Penentuan Pemain Bukan 100 Persen dari Dirinya, tapi…

Tim U-17 Indonesia di bawah asuhan Bima Sakti telah melakoni dua pertandingan babak Grup A Piala Dunia U-17 melawan Ekuador dan Panama. Dalam dua pertandingan -
Rabu, 15 November 2023 - 13:47 WIB
Pelatih Tim U-17 Indonesia Bima Sakti
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Tim U-17 Indonesia di bawah asuhan Bima Sakti telah melakoni dua pertandingan babak Grup A Piala Dunia U-17 melawan Ekuador dan Panama.

Dalam dua pertandingan itu, Tim U-17 Indonesia mengalami hasil seri dengan skor yang sama yakni 1-1. Kini skuad Garuda Nusantara harus puas menempati peringkat ketiga klasemen sementara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan hanya soal hasil seri, anak-anak didik Bima Sakti juga disorot soal buruknya kualitas fisik dan stamina mereka. 

Kelemahan itu terlihat pada perdana melawan Ekuador. Dimana pada menit ke-60 para pemain nampak kelelahan parah, beberapa bahkan harus ditarik ke luar lapangan.

Dari semua pemain Tim U-17 Indonesia gelandang keturunan Korea Selatan Ji Da Bin dinilai oleh banyak pecinta sepak bola tanah air belum memenuhi harapan.

Padahal dalam dua laga melawan Ekuador dan Panama, Ji Da Bin selalu diturunkan sebagai starter. Artinya pemain ASIOP ini punya menit bermain yang banyak.

Pelatih Tim U-17 Indonesia Bima Sakti pun buka suara soal pemilihan komposisi pemain dan alasan Ji Da Bin selalu dijadikan starter dalam dua laga Grup A. 

Menurutnya pemilihan pemain tidak sepenuhnya ada di tangannya, melainkan diputuskan melalui pertimbangan dari beberapa pelatih termasuk sang konsultan Frank Wormuth

"Penentuan pemain 100 persen bukan dari saya saja. Saya butuh masukan dari Coach Indra (Sjafri), Frank, dan asisten pelatih," ungkap Bima Sakti.

Setelah mendapat masukkan dari beberapa pihak itu Bima Sakti baru kemudian memutuskan pemain mana yang layak untuk diturunkan. 

Lebih dari itu Bima Sakti ingin mempertahankan skuad yang berhasil menahan imbang Ekuador untuk laga kedua. Pelatih berusia 47 tahun itu hanya merotasi Habil Yafi dengan Andre Pangestu. 

"Kami tidak mengubah the winning team. Perubahan hanya satu di Habil ganti Andre. Andre sempat drop tetapi sekarang sudah pulih," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, Tim U-17 Indonesia bakal menjamu Maroko di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A Piala Dunia U-17 2023, Kamis (16/11/2023). 

Pada pertandingan terakhir mendatang, Bima Sakti tidak menutup adanya kemungkinan untuk merotasi pemain. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
background

Pekan ke-20

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT