GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalah di San Siro, Chivu Berani Tegaskan Inter Milan Masih Pegang Kendali Scudetto

Pelatih Cristian Chivu mengakui Inter Milan kesulitan menembus pertahanan rapat AC Milan dalam Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026).
Senin, 9 Maret 2026 - 06:24 WIB
Kalah di San Siro, Chivu Berani Tegaskan Inter Milan Masih Pegang Kendali Scudetto
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Cristian Chivu mengakui Inter Milan kesulitan menembus pertahanan rapat AC Milan dalam Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026).

Meski kalah, ia menegaskan hasil tersebut tidak akan banyak mengubah situasi dalam perebutan gelar Serie A musim ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inter sebenarnya memiliki peluang untuk semakin dekat dengan gelar juara. 

Namun, kekalahan 0-1 dari Milan justru membuat keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas dari 10 poin menjadi tujuh poin.

Dalam laga yang digelar di San Siro tersebut, Inter terpaksa melakukan sejumlah perubahan karena masalah cedera. Penyerang utama Marcus Thuram absen akibat flu, sementara Lautaro Martínez juga belum pulih dari cedera.

Situasi itu membuat Inter menurunkan duet penyerang muda Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Namun, keduanya kesulitan beradaptasi menghadapi pertahanan solid Milan.

Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Pervis Estupiñán setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana yang mengejutkan pertahanan Inter.

“Babak pertama kami di bawah standar dengan tempo permainan yang lambat. Lalu kami kebobolan dan itu menjadi pukulan bagi tim,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.

Ia menilai Inter sebenarnya mencoba meningkatkan intensitas permainan setelah turun minum, meski masih kesulitan membongkar pertahanan Milan.

“Kami mencoba meningkatkan tempo di babak kedua dan sempat menciptakan peluang melalui Federico Dimarco. Kami mencoba berbagai cara untuk mengepung blok pertahanan mereka yang sangat rapat, tetapi tidak mampu menembusnya,” jelasnya.

Menurut Chivu, timnya kurang dinamis dalam membangun serangan sehingga Milan lebih mudah bertahan dan menunggu momen serangan balik.

“Kami sampai ke area sayap dan garis gawang, tetapi tanpa peluang yang benar-benar jelas. Umpan silang kami sering dipatahkan karena kami tidak pernah benar-benar menembus pertahanan mereka,” katanya.

Sebelum kekalahan ini, Inter sebenarnya memiliki catatan impresif di Serie A. Mereka tidak terkalahkan sejak pertemuan terakhir melawan Milan pada 23 November, dengan satu hasil imbang melawan SSC Napoli serta 14 kemenangan.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, Inter mulai kehilangan momentum. 

Mereka sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Como 1907 di semifinal Coppa Italia, serta tersingkir dari Liga Champions UEFA setelah kalah dari klub Norwegia FK Bodo/Glimt.

Meski demikian, Chivu tetap memberikan pembelaan kepada para pemain mudanya.

“Para penyerang kami masih sangat muda. Mereka mungkin tidak melakukan semua yang biasanya kami butuhkan, tetapi itu bukan alasan. Saya senang dengan usaha mereka karena mereka adalah dua pemain yang kami miliki malam ini,” ujarnya.

Chivu juga menegaskan timnya harus meningkatkan intensitas permainan di seluruh lini jika ingin kembali ke performa terbaik.

“Kami semua harus bermain dengan intensitas yang lebih tinggi dan bergerak lebih agresif di lapangan,” katanya.

Di akhir pertandingan sempat terjadi kontroversi ketika sundulan Denzel Dumfries mengenai lengan Samuele Ricci di kotak penalti Milan. 

Namun, wasit memutuskan tidak memberikan penalti karena posisi tangan dianggap alami.

Chivu memilih tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

“Saya diberitahu bahwa VAR sudah memeriksanya, jadi saya tidak punya komentar tambahan. Saya lebih fokus pada performa tim dan keputusan saya sendiri,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan 10 pertandingan tersisa di Serie A musim ini, Chivu menilai persaingan masih sangat terbuka.

“Kami masih unggul tujuh poin dan masih ada 30 poin yang bisa diperebutkan. Bahkan jika kami menang malam ini, tidak akan banyak yang berubah,” pungkasnya.(lgn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT