Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero
- REUTERS/Matteo Ciambelli
tvOnenews.com — Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam pertandingan Serie A pada Minggu (1/2/2026).
Akibat kejadian tersebut, pendukung pemuncak klasemen Liga Italia itu tidak diperkenankan melakukan perjalanan mendukung timnya dalam tiga laga tandang berikutnya.
Selain itu, warga wilayah Lombardia, tempat kota Milan berada, juga dilarang membeli tiket untuk pertandingan-pertandingan tersebut.

- Lega Serie A
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Dalam Negeri Italia melalui pernyataan resmi.
“Menindaklanjuti gangguan serius yang terjadi, Menteri Dalam Negeri telah menjatuhkan larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter hingga 23 Maret 2026, serta larangan penjualan tiket kepada warga Lombardia untuk pertandingan-pertandingan yang sama,” dikutip dari Sky Sport Italia, Rabu (4/2/2026).
“Langkah ini bertujuan untuk menjamin perlindungan ketertiban dan keamanan umum serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan acara olahraga,”
Sanksi tersebut mencakup laga tandang Inter ke markas Sassuolo pada 8 Februari, Lecce pada 21 Februari, serta Fiorentina pada 22 Maret.
Sementara itu, pertandingan play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt pada 18 Februari tidak terdampak kebijakan ini.
Hal serupa juga berlaku untuk derby Milan pada 8 Maret, karena meski Inter berstatus tim tamu di San Siro, suporter tetap diperbolehkan hadir lantaran tidak memerlukan perjalanan tandang.
Insiden bermula saat Inter unggul 2-0 atas Cremonese. Pada menit ke-49, sebuah suar jatuh di lapangan dekat Emil Audero dan terlihat meledak, membuat kiper Timnas Indonesia tersebut langsung terjatuh.

- REUTERS/Matteo Ciambelli
Wasit sempat menghentikan laga untuk memberikan kesempatan tim medis memeriksa kondisi Audero. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu dinyatakan tidak mengalami cedera serius dan mampu melanjutkan pertandingan.
Belakangan terungkap bahwa pelaku pelemparan flare merupakan anggota Inter Club San Marino, salah satu kelompok pendukung Inter Milan.
Fan club tersebut langsung mengambil tindakan tegas dengan mencoret pelaku dari keanggotaan.
"Sebagai Inter Club San Marino, kami bertanggung jawab atas fakta bahwa salah satu anggota kami berada di Cremona," tulis pernyataan Inter Club San Marino di media sosial.
"Kami sepenuhnya melepaskan diri dari tindakan dia."
"Selama pertandingan tandang, dia bertindak secara independen tanpa kami dapat mengetahui niatnya."
"Kami sudah meminta pengusiran dia dari klub dan bekerjasama dengan DIGOS (Divisi Operasi Khusus Italia) untuk mengidentifikasi pelakunya," lanjut isi pernyataan mereka.
Menurut laporan Gazzeta Dello Sport, oknum pelaku justru mengalami cedera serius akibat insiden tersebut. Ia dilaporkan mengalami luka parah di bagian tangan setelah gagal saat melempar petasan kedua.
Akibat kejadian itu, tiga jari tangan pelaku dilaporkan putus dan yang bersangkutan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, suporter Inter Milan tersebut juga terancam sanksi hukum dari otoritas Italia.
Terlepas dari insiden ini, Inter Milan masih kokoh di puncak klasemen Serie A, unggul delapan poin atas AC Milan di posisi kedua, meski rival sekota mereka masih memiliki satu laga yang belum dimainkan.
Load more