Ironi AC Milan: Dulu Penantang Gelar dan Rayakan Kemenangan Derby, Kini Terseok-seok Amankan Tiket Eropa
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan tengah menghadapi fase sulit yang datang secara tiba-tiba di penghujung musim. Dalam waktu singkat, tim yang sempat digadang-gadang sebagai penantang gelar kini justru terancam keluar dari zona empat besar.
Performa inkonsisten dalam beberapa pekan terakhir menjadi penyebab utama kemunduran ini. Rossoneri seperti kehilangan identitas permainan yang sebelumnya sempat membuat mereka disegani.
Padahal, di awal musim, ekspektasi terhadap Milan tidak terlalu tinggi. Namun perlahan, skuad asuhan Massimiliano Allegri mampu menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan sempat masuk dalam perbincangan perebutan Scudetto.
Sayangnya, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, stabilitas permainan AC Milan runtuh dan berimbas langsung pada posisi mereka di klasemen.
Kekalahan telak 0-3 dari Udinese menjadi simbol nyata dari penurunan performa tersebut. Hasil itu tidak hanya menyakitkan, tetapi juga memicu kekhawatiran besar di internal klub.
Menurut laporan Tuttosport, situasi di Milanello dan Casa Milan kini mulai memanas. Tekanan terhadap tim pelatih dan para pemain pun semakin meningkat seiring hasil buruk yang terus berulang.
Dalam satu bulan terakhir, Milan tercatat sudah menelan tiga kekalahan di ajang liga. Lebih mencemaskan lagi, kekalahan tersebut datang dalam empat pertandingan terakhir yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah tumpulnya lini depan. Milan gagal mencetak gol dalam empat dari tujuh pertandingan terakhir, sebuah catatan yang jauh dari kata ideal bagi tim sekelas mereka.
Jika menengok ke belakang, situasinya sangat kontras. Sebelum menghadapi Parma pada 22 Februari lalu, Milan hanya sekali menelan kekalahan dan jarang gagal mencetak gol.
Perubahan drastis ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Konsistensi yang sempat menjadi kekuatan utama kini justru berubah menjadi titik lemah yang terus menghantui.
Dampaknya kini mulai terasa di papan klasemen. Juventus hanya terpaut tiga poin dan siap menyalip kapan saja jika Milan kembali terpeleset.
Ancaman juga datang dari tim lain seperti Como yang berpotensi memperkecil jarak. Persaingan menuju zona Liga Champions pun semakin ketat dan penuh tekanan.
Load more