Polemik Paspoortgate Mulai Mencair, Nasib Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie Segera Diputuskan
- PSSI
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya mencari jalan keluar atas polemik paspor di Belanda, khususnya yang melibatkan sejumlah pemain Timnas Indonesia terus bergulir. Sejumlah pihak kini tengah berpacu dengan waktu agar para pemain yang terdampak bisa segera kembali beraksi di lapangan.
Perkembangan terbaru diungkapkan oleh jurnalis ESPN, Christian Willaert. Ia menyebut diskusi intens tengah dilakukan oleh berbagai pihak untuk menemukan solusi yang adil bagi para pemain.
Willaert menyebut bahwa masalah yang mengandung sejumlah pemain kini memiliki harapan besar. Menurutnya, nama-nama yang terdampak 'paspoortgate' disebut bakal bisa segera bermain dalam beberapa minggu ke depan.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemberian status izin tinggal permanen. Skema ini diyakini dapat menjadi jalan tengah agar para pemain tetap bisa berkarier tanpa terbebani regulasi ketat.
"Ada harapan besar bahwa para pemain yang terdampak 'paspoortgate' akan kembali memenuhi syarat bermain dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mengikuti aturan untuk pemain non-Uni Eropa," tulis ESPN Belanda, dikutip Kamis (2/4/2026).
"Dengan cara itu, mereka tidak perlu memiliki izin kerja dan juga tidak harus memenuhi syarat gaji tinggi, namun tetap bisa bermain untuk negara seperti Indonesia atau Suriname," sambungnya.
Organisasi yang menaungi klub-klub Eredivisie, yakni Eredivisie CV (ECV), disebut aktif berkoordinasi dengan pemerintah. Mereka berkomunikasi langsung dengan Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND) guna mempercepat proses pencarian solusi.
Langkah tersebut menjadi krusial karena menyangkut masa depan banyak pemain. Tidak hanya karier individu, stabilitas kompetisi juga bisa terdampak jika persoalan ini berlarut-larut.
"Ada harapan bahwa solusi yang tepat bisa ditemukan dalam waktu relatif singkat, meski Willaert menegaskan belum ada kepastian," ungkap ESPN Belanda.
Dalam pemaparannya, Willaert juga menyinggung awal mula persoalan yang menjerat para pemain. Ia mengungkap adanya pihak yang memberikan informasi keliru terkait pengurusan paspor.
"Perwakilan yang membujuk mereka mengatakan mereka harus segera mengajukan paspor Belanda, sehingga selama sepuluh tahun ke depan mereka bisa bebas bepergian di Eropa dan tidak mengalami masalah dengan izin kerja," katanya.
Kondisi tersebut dinilai bisa menjadi pertimbangan dalam proses hukum. Willaert menegaskan bahwa sistem hukum Belanda tidak hanya melihat aturan secara kaku, tetapi juga aspek keadilan.
Ia pun mengingatkan adanya potensi kerugian besar jika regulasi diterapkan tanpa fleksibilitas. Para pemain bisa kehilangan kesempatan bermain di level tertinggi.
"Hukum Belanda juga selalu melihat aspek kewajaran dan keadilan. Jika aturan itu diterapkan dengan sangat ketat, para pemain bisa saja berakhir hanya bermain di level kedua Belgia dengan gaji minimum," jelasnya.
Willaert juga menyoroti sikap organisasi klub profesional Belanda, FBO. Menurutnya, keputusan untuk meminta klub tidak memainkan pemain terdampak justru menimbulkan tanda tanya.
"Seharusnya bisa ditegaskan bahwa mereka mendukung status kelayakan bermain yang telah diberikan di awal musim. Saya cukup terkejut mereka tidak melakukan itu," katanya.
Empat pemain naturalisasi Indonesia yang terdampak dalam kasus ini antara lain Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens. Mereka saat ini belum bisa memperkuat klub masing-masing sambil menunggu kejelasan status.
Selain keempat nama tersebut, ada puluhan pemain lain yang juga masuk dalam pendataan. Eredivisie mencatat sekitar 25 pemain dari berbagai negara yang berpotensi mengalami masalah serupa.
Seluruh data tersebut telah diserahkan kepada pihak imigrasi Belanda untuk ditelaah. Keputusan akhir nantinya akan menentukan apakah mereka dikategorikan sebagai pemain non-Uni Eropa atau tidak.
Awal mula polemik ini berasal dari protes yang diajukan NAC Breda. Mereka melayangkan keberatan setelah mengalami kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
Dalam laporan tersebut, NAC Breda menyoroti status Dean James. Mereka meragukan kelayakan sang pemain untuk tampil berdasarkan aturan yang berlaku.
Kecurigaan itu berkaitan dengan izin kerja dan standar gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa. Dalam regulasi Eredivisie, pemain di luar Uni Eropa diwajibkan memenuhi batas gaji tertentu yang cukup tinggi.
(igp/rda)
Load more