Kalah 0-1 dari Galatasaray, Jan Olde Riekerink Justru Minta Dewa United Tiru Liverpool saat Hadapi Manila Digger
- Dewa United
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan timnya ingin meniru mentalitas Liverpool jelang pertandingan leg kedua perempat final AFC Challenge League 2026. Ia menilai keyakinan untuk bangkit setelah kekalahan dari Manila Digger menjadi hal penting bagi timnya.
Dewa United memang berada dalam posisi tertinggal setelah kalah 0-1 pada leg pertama. Namun, Riekerink menegaskan situasi tersebut belum menentukan nasib timnya di kompetisi Asia.
Pada leg kedua nanti, Dewa United dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC. Laga tersebut akan berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis (12/3).
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi klub berjuluk Banten Warriors tersebut. Dewa United berharap atmosfer kandang mampu memberikan dorongan moral untuk membalikkan keadaan.
Riekerink bahkan mencontoh mentalitas Liverpool yang tetap percaya diri meski sempat menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya. Sikap tersebut menurutnya bisa menjadi inspirasi bagi para pemain Dewa United.
“Ketika saya melihat komentar kemarin setelah pertandingan Galatasaray melawan Liverpool (di Liga Champions pada Rabu dini hari WIB), Liverpool kalah 1-0 dan mereka mengatakan, ‘Oke, kita akan menyelesaikannya di kandang’,” ujar Riekerink dalam konferensi pers, Rabu (11/3/2026).
Menurut pelatih asal Belanda itu, sikap optimistis seperti yang ditunjukkan Liverpool menjadi inspirasi bagi timnya untuk membalikkan keadaan pada laga kandang. Ia menilai kepercayaan diri merupakan modal penting untuk menghadapi pertandingan krusial.
Riekerink juga menegaskan bahwa kekalahan pada leg pertama tidak membuat timnya kehilangan keyakinan. Justru ia ingin para pemain menjadikan laga di kandang sebagai momentum untuk bangkit.
“Saya pikir itu juga sikap yang akan kami miliki. Tentu saja kami kalah 1-0 pada pertandingan tandang, tapi sekarang kami bermain di kandang dan tujuan kami jelas, yaitu memenangi pertandingan,” kata mantan pelatih klub Turki Galatasaray tersebut.
Selain soal mentalitas, Riekerink menyebut timnya telah melakukan persiapan secara matang dalam beberapa hari terakhir. Seluruh pemain disebut memahami pentingnya laga ini bagi klub.
Ia menekankan bahwa Dewa United tidak hanya membawa nama klub dalam ajang tersebut. Lebih dari itu, mereka juga mewakili Indonesia di kompetisi level Asia.
“Saya pikir persiapan berjalan dengan baik. Kita harus ingat bahwa kita berada di kompetisi ini karena musim lalu kita finis di posisi kedua liga," ucap Riekerink.
"Dalam pertandingan ini kita mewakili Dewa United dan juga Indonesia,” sambung pelatih yang pernah menjadi guru Patrick Kluivert di Ajax Amsterdam itu.
Riekerink juga menyinggung evaluasi dari pertandingan leg pertama. Saat itu, menurutnya Dewa United sebenarnya mampu menciptakan peluang, tetapi belum maksimal dalam memanfaatkannya.
Meski demikian, ia menilai masalah utama bukan hanya soal penyelesaian akhir. Pelatih berusia 61 tahun itu lebih menekankan pentingnya menambah jumlah pemain di area kotak penalti lawan.
“Pada akhirnya sentuhan akhir selalu berkaitan dengan bakat. Kami lebih fokus pada bagaimana menempatkan lebih banyak pemain di depan gawang,” ujarnya.
Selain mengevaluasi timnya sendiri, Riekerink juga mengamati karakter permainan Manila Digger. Ia menilai lawannya memiliki gaya bermain yang cukup unik.
Pengalaman melatih di Afrika Selatan membuat Riekerink cukup memahami karakter sepak bola Afrika. Hal itu menurutnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan strategi.
“Mereka memiliki sembilan pemain dari Gambia, jadi ini bukan benar-benar tim Filipina. Gaya bermain mereka lebih seperti sepak bola Afrika,” kata Riekerink.
“Kami mencoba bermain dengan penguasaan bola dan menciptakan peluang dari sana. Sementara mereka memiliki pendekatan yang berbeda, jadi kami harus menyesuaikan diri,” tutupnya.
(igp/rda)
Load more