Maarten Paes Debut, Pelatih Ajax Amsterdam Justru Soroti Kiper NEC Nijmegen usai Gagal Menang
- Ajax Amsterdam Official
‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Ajax Amsterdam, Fred Grim, memberikan pernyataan mengejutkan usai raih hasil imbang dalam lanjutan Liga Belanda. Alih-alih menyoroti debut Maarten Paes, sang juru taktik justru memuji penampilan dari kiper NEC Nijmegen, Gonzalo Crettaz.Â
‎Ajax Amsterdam kembali gagal meraih poin penuh saat tampil di kandang sendiri pada lanjutan Liga Belanda 2025/2026. Menjamu NEC Nijmegen, raksasa Amsterdam itu harus puas berbagi angka usai bermain imbang 1-1.
‎Duel yang berlangsung di Johan Cruyff Arena, Minggu (22/2) dini hari WIB, berlangsung dalam tempo tinggi. Tim tamu justru tampil lebih agresif dan berani menekan sejak awal pertandingan.
‎Pelatih Ajax, Fred Grim, secara terbuka mengakui timnya tidak tampil dalam performa terbaik. Ia menilai NEC mampu mengontrol permainan, terutama dalam duel fisik dan tekanan jarak dekat.
‎Menurut Grim, satu poin yang diraih dalam laga tersebut tetap layak disyukuri. Pasalnya, Ajax berada dalam tekanan besar sepanjang pertandingan dan kesulitan keluar dari dominasi lawan.
‎Sorotan publik juga tertuju pada debut penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes. Ia langsung dipercaya mengawal gawang sejak menit pertama pada laga penting tersebut.
‎Kepercayaan itu dibayar Paes dengan penampilan yang tidak mengecewakan. Ia membukukan tujuh penyelamatan krusial yang membuat Ajax terhindar dari potensi kekalahan.
‎Sejak peluit awal dibunyikan, NEC bermain dengan intensitas tinggi. Ajax dipaksa bertahan lebih dalam karena tekanan yang konsisten dari tim tamu.
‎"Sejujurnya, itu pertandingan yang cukup sulit bagi kami. Kami tidak benar-benar bermain sesuai gaya permainan kami, sebagian karena NEC mendominasi," ujar Grim dikutip dari Ajax Show Time, Minggu (22/2/2026).Â
‎Tekanan jarak dekat, banyak kontak fisik. Dan ya, kami memang kalah dalam hal itu," tambahnya.Â
‎Lebih lanjut, Grim justru memberikan pernyataan mengejutkan. Pasalnya, alih-alih menyoroti debut Maarten Paes, sang pelatih justru memberikan pujian kepada kiper lawan.Â
‎Grim menilai bahwa kiper NEC Nijmegen, Gonzalo Crettaz melakukan sejumlah penyelamatan brilian. Hal itu membuat anak asuhnya kesulitan untuk menambah jumlah gol.Â
‎"Tentu saja, kami unggul 1-0 dan memiliki peluang lain tepat setelah kick-off. Menurut saya, kiper (Gonzalo Crettaz) menyelamatkannya dengan brilian," kata Grim.Â
‎"Tapi setelah itu, saya pikir NEC memainkan permainan yang lebih jantan. Sekali lagi: secara fisik jauh lebih kuat," sambungnya.Â
‎Ajax sebenarnya sempat berada dalam situasi genting pada menit ke-24. Gawang Paes sempat dibobol oleh Sami Ouaissa, tetapi gol tersebut dianulir setelah VAR memastikan adanya posisi offside.
‎Tuan rumah kemudian mampu memecah kebuntuan menjelang turun minum. Pada menit ke-39, Mika Godts sukses menuntaskan skema serangan terorganisir dan membawa Ajax unggul 1-0.
‎Keunggulan tersebut memberi sedikit kelegaan bagi publik Amsterdam. Namun, keunggulan itu belum cukup untuk mengamankan kemenangan hingga akhir laga.
‎Memasuki paruh kedua, NEC kembali meningkatkan tekanan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-57 saat Darko Nejasmic mencetak gol penyama kedudukan.
‎Setelah gol tersebut, ritme pertandingan semakin terbuka dan keras. Meski kedua tim berusaha mencari gol tambahan, skor 1-1 tak berubah hingga laga usai, membuat debut Paes bersama Ajax belum berujung kemenangan meski performanya patut diapresiasi.
‎"Kita perlu lebih tegas dalam situasi bola mati. Kita harus berani menghadang lawan, tetap fokus pada bola, dan tidak berpaling. Kita perlu lebih jantan dan menunjukkan kekuatan dalam duel," ucap Grim.Â
‎"Secara keseluruhan, kita kekurangan tinggi badan dan kekuatan, jadi kita harus membuat pilihan. Kita harus menantang diri sendiri dan tidak membiarkan Kaplan menyundul bola dengan mudah," lanjutnya.Â
‎Selain itu, Grim menilai bahwa NEC Nijmegen sejatinya lebih mendominasi permainan. Ia mengaku jika tamunya memiliki kekuatan dan daya bertahan yang luar biasa.Â
‎"NEC mendominasi hari ini. Itu karena kekuatan dan daya tahan mereka. Kami tidak masuk ke dalam permainan dan tidak melakukan pergerakan yang berarti. Saat itulah keadaan menjadi sulit dan Anda berakhir dalam pertandingan seperti ini," pungkasnya.Â
‎(igp/rda)
Load more