Nyaris Buntung 35 Juta Euro! Tes Medis Selamatkan AC Milan dari Cedera Horor Jean-Philippe Mateta
- REUTERS/Gonzalo Fuentes
Jakarta, tvOnenews.com - Saga transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan akhirnya menemui titik akhir yang mengecewakan. Proses yang sempat berjalan mulus itu runtuh di saat-saat terakhir dan menyisakan tanda tanya besar di kalangan publik.
Pada 1 Februari, atau dua hari sebelum bursa transfer musim dingin ditutup, kabar kesepakatan antara Milan dan Crystal Palace sempat menguat. Nilai transfer Mateta disebut mencapai kisaran 30 hingga 35 juta euro, sesuai dengan rencana awal manajemen Rossoneri sejak musim panas.
Saat itu, Mateta hanya tinggal menjalani tes medis sebelum resmi menandatangani kontrak. Namun, suasana berubah drastis ketika muncul keraguan terkait kondisi fisik penyerang asal Prancis tersebut.
Masalah utama yang kemudian terungkap adalah kondisi lutut Mateta. Keraguan itu berkembang menjadi penghalang serius yang akhirnya menggagalkan kepindahan sang pemain ke San Siro.
Jurnalis Italia, Nicolo Schira, kemudian membuka tabir kronologi kejadian yang dinilainya tidak biasa. Ia menyebut ada banyak miskomunikasi dan keputusan keliru yang terjadi sepanjang proses negosiasi.
Schira meyakini Milan tidak mengetahui sepenuhnya masalah fisik yang dialami Mateta sejak awal. Bahkan hingga beberapa jam sebelum bursa ditutup, isu tersebut masih dibantah dan kemudian dikecilkan oleh pihak terdekat sang pemain.
Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya manajemen transfer di sekitar Mateta. Informasi krusial terkait kondisi medis baru mencuat ketika proses sudah berada di tahap akhir.
Schira juga menyoroti peran Crystal Palace dalam saga ini. Menurutnya, melepas pemain yang membutuhkan penanganan medis serius tanpa transparansi penuh merupakan langkah yang berisiko.
Di sisi lain, keputusan pihak manajemen Mateta juga tak luput dari kritik. Sang pemain sempat diminati Juventus, menolak tawaran dari Turki, Nottingham Forest, hingga Aston Villa, sebelum akhirnya kembali ke titik awal.
Kini, Mateta tetap bertahan di Crystal Palace dengan masa depan yang belum jelas. Opsi operasi atau perawatan konservatif masih menjadi pertimbangan, sementara menit bermainnya diprediksi akan terbatas.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada nilai pasar Mateta. Cedera yang berlarut-larut membuat daya tariknya di bursa transfer musim panas mendatang berpotensi menurun.
Di tengah kekacauan tersebut, Milan justru dinilai mengambil keputusan tepat dengan bersikap tegas pada hasil tes medis. Kehati-hatian ini menyelamatkan Rossoneri dari risiko merekrut pemain yang rentan absen panjang.
Schira menyebut cara transfer ini berakhir memang terasa “agak grotesk”. Namun, ia menegaskan Milan terhindar dari potensi kerugian besar yang bisa berdampak jangka panjang.
Faktor waktu juga menjadi musuh utama Milan. Mateta sejatinya merupakan solusi darurat yang baru dibangun empat hingga lima hari sebelum penutupan bursa.
Pada Sabtu sore menjelang akhir bursa, Mateta bahkan nyaris resmi menjadi pemain Milan. Ia dijadwalkan terbang ke Italia, sementara aktivitas media sosialnya memunculkan kesan perpisahan dengan Crystal Palace.
Palace kemudian menemukan pengganti dan seolah semua berjalan sesuai rencana. Namun, saat Milan melangkah ke tahap tes medis, masalah lutut yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap.
Dengan waktu tersisa kurang dari 24 jam, Milan tak memiliki ruang untuk mencari alternatif setara. Negosiasi pun berhenti total, meninggalkan kekecewaan sekaligus kelegaan tersendiri.
Bagi Milan, kegagalan ini menjadi pengingat penting tentang arti kehati-hatian di bursa transfer. Di tengah keterbatasan finansial klub-klub Italia, keputusan menahan diri justru bisa menjadi kemenangan tersendiri.
(sub)
Load more