Tolak Kambing Hitamkan Wasit, Spalletti Pasang Badan Usai Insiden Penalti Bremer Saat Juventus Keok 0-3 dari Atalanta
- REUTERS/Alberto Lingria
Jakarta, tvOnenews.com - Laga panas perempat final Coppa Italia antara Atalanta dan Juventus, Jum'at (06/02/2026) dini hari WIB, menyisakan cerita panjang mengenai keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Titik balik runtuhnya pertahanan Bianconeri bermula dari insiden di kotak terlarang yang melibatkan bek andalan mereka, Gleison Bremer, pada babak pertama.
Wasit utama menghentikan jalannya pertandingan beberapa saat untuk meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) di pinggir lapangan. Ketegangan memuncak di Stadion Gewiss sebelum sang pengadil akhirnya menunjuk titik putih dan memvonis bola telah menyentuh tangan Bremer secara ilegal.
Keputusan tersebut sontak memicu perdebatan hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Italia. Banyak pihak menilai situasi itu sangat terbuka untuk diperdebatkan karena terjadi dalam tempo cepat.
Namun, respons berbeda justru ditunjukkan oleh pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dalam sesi konferensi pers pasca-laga. Alih-alih meluapkan emosi atau menyalahkan teknologi, pria berkepala plontos itu memilih bersikap tenang dan realistis.
Spalletti dengan tegas menolak anggapan bahwa kekalahan timnya terjadi akibat keputusan wasit. Ia menilai Juventus harus berkaca pada performa sendiri yang gagal tampil efektif sepanjang laga.
“Itu penalti karena bola mengenai tangan, saya tertarik pada hal lain karena pekerjaan saya berbeda dengan wasit,” ujar Spalletti dilansir dari DAZN. Pernyataan tersebut menegaskan sikapnya yang enggan menjadikan pengadil lapangan sebagai kambing hitam atas kekalahan telak 0-3.
Ia menyadari bahwa larut dalam polemik keputusan wasit hanya akan menjadi alibi bagi para pemainnya. Menurut Spalletti, alasan eksternal justru menutupi kelemahan taktik dan mentalitas yang menjadi akar masalah Juventus.
Bagi mantan pelatih Napoli itu, tugas terberatnya saat ini bukan menganalisis kinerja wasit. Ia lebih fokus membenahi kondisi psikologis skuad yang tengah terguncang usai hasil pahit di Bergamo.
Spalletti menekankan bahwa skor akhir yang menyakitkan kerap mengaburkan evaluasi teknis yang sebenarnya sangat dibutuhkan tim. “Tugas terberat saya adalah meyakinkan para pemain tentang realitas performa mereka, bukan hanya melihat hasil akhir,” tambahnya.
Load more