Tak Perlu Keluar Uang, Media Italia Klaim AC Milan Punya Penerus Maignan yang Bersinar di Piala Dunia U-17
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan memiliki banyak talenta menarik di akademi mereka, namun nama Alessandro Longoni muncul sebagai salah satu yang paling mencuri perhatian. Pemuda 17 tahun itu perlahan menapaki perjalanan yang membuat klub mulai menaruh harapan besar pada masa depannya.
La Gazzetta dello Sport bahkan menjulukinya sebagai “Maignan kecil”, sebuah label yang menggambarkan potensi besar yang ia miliki. Julukan itu muncul karena jejak perkembangannya dinilai mirip dengan Gianluigi Donnarumma satu dekade lalu.
Longoni baru saja menuntaskan perjalanannya di Piala Dunia U-17 bersama Timnas Italia dan tampil sebagai salah satu sorotan turnamen. Penampilannya memberi kontribusi besar dalam membawa Italia finis di posisi ketiga.
Pada laga perebutan peringkat ketiga melawan Brasil, Longoni menjadi tokoh utama dalam drama adu penalti. Italia bermain imbang 0-0 di waktu normal, namun dua penyelamatannya yang gemilang di babak tos-tosan mengubah arah pertandingan.
Kiper kelahiran Januari 2008 itu berhasil menggagalkan dua dari tiga penalti Brasil dan bahkan nyaris menepis tendangan ketiga. Aksi tersebut menjadi momen krusial yang mengantarkan Italia naik ke podium ketiga turnamen dunia tersebut.
Sorotan kamera saat adu penalti memperlihatkan sisi lain Longoni yang jarang terlihat. Tatapan dingin, fokus penuh, dan ketenangan yang seolah memutusnya dari hiruk pikuk sekitar membuat banyak orang mulai menilai kualitas mentalnya.
Kemampuan beradaptasi dalam tekanan menjadi salah satu modal penting yang ia miliki sejak usia sangat muda. Penjaga gawang seperti Longoni tidak hanya dituntut melakukan penyelamatan, tetapi juga membangun serangan dan menjadi penentu saat adu penalti.
Saat ini Longoni tetap bermain untuk tim Primavera Milan melalui proyek Milan Futuro yang dirancang khusus untuk mengasah pemain muda menghadapi laga berintensitas tinggi. Program tersebut memberi ruang bagi talenta seperti Longoni untuk berkembang dalam lingkungan yang kompetitif.
Persaingan di posisi penjaga gawang turut membuat perjalanan Longoni semakin menantang. Kehadiran Lorenzo Torriani yang sesekali dipanggil ke skuad utama dan Matteo Pittarella yang terus naik level membuat Longoni harus menjaga konsistensi performanya.
Ia berlatih setiap hari di bawah pengawasan Luca Castellazzi, mantan kiper Inter yang kini menjadi pelatih penjaga gawang Milan. Castellazzi menilai Longoni unggul dalam reaksi cepat dan penyelamatan rendah, meski masih perlu meningkatkan kemampuan membaca bola-bola atas.
Longoni pertama kali bergabung dengan Milan pada usia delapan tahun dan tumbuh menjadi pemain yang dihargai bukan hanya karena kualitas teknisnya. Di luar lapangan, ia dikenal pendiam, tenang, dan lebih senang membaca buku dibanding terpaku pada ponsel seperti kebanyakan remaja seusianya.
Rekam jejaknya dalam menghadapi penalti juga menjadi salah satu kekuatan yang menonjol. Ia pernah menepis penalti Inggris pada Euro U-17 2024, yang kemudian membuka jalan bagi gol penentu dari Francesco Camarda.
Untuk Primavera musim lalu, Longoni menepis empat penalti di berbagai kompetisi dan dua di antaranya terjadi dalam derby melawan Inter. Jika perkembangannya terus berlanjut, AC Milan tampaknya memang sedang membentuk versi mini dari Mike Maignan untuk masa depan.
(sub)
Load more