Baru Juga Kalah Sekali, Michael Carrick Langsung Terancam Dipecat? MU Mulai Lirik Carlo Ancelotti
- REUTERS/Tony O Brien
tvOnenews.com - Kekalahan tipis yang dialami Manchester United dari Newcastle United di lanjutan Premier League memunculkan kembali spekulasi mengenai masa depan manajer interim Michael Carrick.
Baru menelan satu kekalahan sejak mengambil alih kursi pelatih, Carrick kini disebut-sebut tetap belum aman karena manajemen klub masih mencari sosok manajer permanen untuk musim depan.
Pada laga yang berlangsung di St James' Park, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, Manchester United harus menyerah 1-2 dari tuan rumah.
Gol penalti Anthony Gordon di akhir babak pertama dan gol telat William Osula pada menit ke-90 memastikan kemenangan The Magpies.

- Madura United
Sementara itu, MU hanya mampu membalas melalui sundulan Casemiro yang memanfaatkan umpan bola mati dari Bruno Fernandes.
Kekalahan ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Carrick sejak dipercaya menggantikan Ruben Amorim sebagai manajer interim pada Januari lalu.
Michael Carrick tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan.
Ia menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengendalikan laga, namun gagal memanfaatkan momentum yang ada.
“Kami tidak senang dengan cara kami bermain malam ini. Sebenarnya pertandingan sempat berada dalam kendali kami, tetapi kredit harus diberikan kepada Newcastle atas cara mereka bermain,” kata Carrick kepada TNT Sports dikutip dari BBC.
Situasi pertandingan sebenarnya sempat berpihak kepada Manchester United setelah pemain Newcastle, Jacob Ramsey, mendapat kartu merah pada menit 45+1.
Namun, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Setan Merah.
"Kami tahu pertandingan ini akan sulit. Kami sempat membawa permainan ke posisi yang bagus untuk melangkah lebih jauh, tetapi kami tidak melakukannya. Itu yang membuat saya sangat kecewa,” ujarnya.
Carrick juga menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan karena Newcastle bermain dengan 10 orang.

- REUTERS/Phil Noble
"Bukan karena mereka bermain dengan 10 orang. Kami memang tidak bermain cukup baik. Kami tidak bisa mencari alasan untuk itu. Semua harus bertanggung jawab," tambahnya.
Dalam pernyataan yang cukup jujur, Carrick bahkan mengakui bahwa Newcastle memang tampil lebih baik pada laga tersebut.
“Sulit bagi saya untuk mengatakan ini, tetapi Newcastle memang pantas menang malam ini. Begitulah kenyataannya," tegasnya.
Meski begitu, mantan gelandang MU tersebut menegaskan bahwa satu kekalahan tidak seharusnya mengubah kepercayaan diri tim.
Ia menilai skuad Manchester United masih berada dalam posisi yang cukup baik di klasemen liga.
Data pertandingan menunjukkan MU memang kesulitan memaksimalkan dominasi pemain.
Bahkan, Newcastle tetap mampu menciptakan peluang lebih berbahaya meski bermain dengan 10 orang, termasuk gol kemenangan Osula di menit akhir laga.
Walau performa MU di bawah Carrick cukup menjanjikan, dengan beberapa kemenangan yang membawa tim bersaing di papan atas, statusnya sebagai pelatih sementara membuat masa depannya belum pasti.
Manajemen klub disebut masih mempertimbangkan sejumlah kandidat untuk menjadi manajer permanen setelah musim ini berakhir.
Salah satu nama yang mulai dikaitkan dengan kursi pelatih MU adalah Carlo Ancelotti.
Pelatih asal Italia tersebut saat ini menangani Timnas Brasil dan dikenal sebagai salah satu manajer paling sukses di sepak bola modern. Kontraknya bersama Brasil disebut akan berakhir pada musim panas mendatang.
Dukungan agar MU merekrut Ancelotti juga datang dari mantan bintang Real Madrid dan Tottenham Hotspur, Gareth Bale.
Menurut Bale, Ancelotti adalah sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Manchester United.
"Kurasa dia akan melakukan pekerjaan yang hebat [di Manchester United]," sebut Gareth Bale kepada Sky Bet.
"Dia itu kan tidak sekadar manajer, dia juga pelatih. Dia juga bisa meracik taktik."
"Ke manapun Carlo pergi, kurasa dia akan melakukan pekerjaan yang menakjubkan, karena dia melibatkan semua orang. Jika Anda bergabung dengan sebuah klub besar, Anda mendapatkan pemain-pemain bagus, apakah mereka tampil bagus atau tidak saat itu."
"Seperti halnya Man United, mereka bagus dalam beberapa pekan belakangan ini tapi sebelum itu mereka tampil buruk, tapi mereka punya pemain-pemain yang bagus," lanjutnya.
"Dia akan mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemain dan akan menyederhanakan banyak hal, yang bisa Anda saksikan sekarang dengan Michael Carrick."
"Itulah yang membuat Carlo itu genius, dia mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemainnya dan membuat semuanya jadi sederhana."
Di satu sisi, Carrick berhasil membawa stabilitas sejak mengambil alih tim setelah era Amorim berakhir.
Bahkan sebelum kalah dari Newcastle, ia sempat mencatat rangkaian hasil positif yang membuat MU kembali bersaing di papan atas liga.
Namun di sisi lain, manajemen Manchester United tampaknya masih menginginkan sosok pelatih kelas dunia untuk memimpin proyek jangka panjang klub.
Artinya, meskipun baru saja mengalami kekalahan pertama, tekanan terhadap Michael Carrick tetap besar.
Jika performa MU menurun dalam beberapa pertandingan ke depan, bukan tidak mungkin kursi pelatih sementara yang ia duduki saat ini akan segera digantikan oleh manajer baru.
(tsy)
Load more