Media Vietnam Terlalu Blak-blakan: Manchester United Menyeret Thomas Frank ke Lumpur: Carrick Bikin Tottenham Spurs Terjun Bebas!
- instagram manutd
tvOnenews.com - Kemenangan Manchester United atas Tottenham Hotspur bukan sekadar tambahan tiga poin di klasemen Liga Inggris, Michael Carrick disebut menyeret Thomas Frank ke lumpur.
Di Old Trafford, Sabtu (7/2/2026) malam WIB, Setan Merah menegaskan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat, baik secara hasil maupun arah permainan.
Skor 2-0 atas Spurs terasa simbolis: MU menang meyakinkan, Tottenham semakin terbenam, dan satu nama berada di persimpangan nasib, Thomas Frank.
Bagi Manchester United, laga ini juga mempertegas efek instan kehadiran Michael Carrick sebagai pelatih interim.
Tiga pertandingan, tiga kemenangan, dan semuanya diraih dengan kontrol permainan yang rapi. Di tengah musim yang sempat goyah, Carrick datang tanpa janji muluk, tetapi justru menghadirkan stabilitas.
Hasilnya, MU kini mantap di peringkat empat klasemen dengan 44 poin dari 25 laga, menjaga asa ke Liga Champions tetap menyala.
Kartu Merah Romero dan Awal Petaka Spurs
Pertandingan berjalan terbuka sejak menit awal. Casemiro sempat menguji refleks Guglielmo Vicario lewat tembakan jarak jauh, sementara Matheus Cunha nyaris membuka keunggulan lewat sepakan first time hasil umpan Diogo Dalot.

- instagram Tottenham Hotspur
Namun momen krusial datang pada menit ke-29. Cristian Romero diganjar kartu merah langsung usai melanggar Casemiro.
Keputusan wasit itu mengubah peta pertandingan secara drastis. Tottenham harus bermain dengan 10 orang, sementara MU kian leluasa menekan.
Melansir dari Vietnam VN, dalam konferensi pers pasca laga, Thomas Frank sempat membela Romero. Ia menyebut bek asal Argentina itu tidak sering menerima kartu merah jika melihat rekam jejak kariernya.
Namun seorang jurnalis langsung mematahkan argumen tersebut dengan data: “Romero adalah pemain dengan kartu merah terbanyak dalam sejarah Tottenham.”
Frank pun terkejut dan hanya bisa merespons singkat, “Oh, saya tidak tahu.” Sebuah momen canggung yang seolah merangkum situasi Spurs saat ini, kehilangan arah dan terjebak statistik buruk.
Sentuhan Carrick: Efektif, Tenang, dan Mematikan
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimaksimalkan MU pada menit ke-38. Berawal dari sepak pojok, Bruno Fernandes mengirim bola ke Kobbie Mainoo di tiang dekat.
Mainoo lalu membelokkan bola ke arah Bryan Mbeumo yang berdiri bebas. Tanpa kawalan, Mbeumo melepaskan tembakan mendatar ke pojok gawang, mengubah skor menjadi 1-0.
Di babak kedua, MU tetap mendominasi. Amad Diallo sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. Casemiro dan Luke Shaw juga bergantian mengancam gawang Vicario.
Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-81. Umpan silang Dalot, sentuhan Benjamin Sesko, dan penyelesaian akhir Bruno Fernandes menutup laga dengan skor 2-0.
Ini adalah kemenangan keempat beruntun MU bersama Carrick. Sebuah catatan manis yang membuat manajemen tak bisa lagi menutup mata.
Bahkan muncul pertanyaan baru: apakah Carrick hanya solusi sementara, atau justru jawaban jangka menengah?

- instagram manutd
Rekor Buruk Frank dan Masa Depan yang Dipertanyakan
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang tren negatif Tottenham. Spurs kini tak pernah menang sejak Oktober 2025 dan terdampar di peringkat ke-14 dengan 29 poin. Lebih dari itu, posisi Thomas Frank semakin tertekan.
Pasca kekalahan dari MU, Frank tercatat sebagai manajer dengan persentase kemenangan terendah di antara pelatih yang pernah menangani klub “Big Six” Liga Inggris, hanya 28%.
Angka ini berada di bawah Ruben Amorim (32%), Graham Potter (31%), hingga Roy Hodgson (35%). Sejarah menunjukkan, Premier League nyaris tak memberi ampun.
Hampir semua pelatih dengan catatan serupa, Ralf Rangnick, Frank Lampard, hingga Nuno Espirito Santo, berujung pemecatan.
Data ini membuat masa depan Frank kian suram, terlebih dengan performa Spurs yang menjauh dari zona Eropa.
Manchester United mungkin hanya fokus pada tiga poin. Namun bagi Tottenham, kekalahan di Old Trafford terasa seperti alarm keras.
Dan malam itu, MU bukan hanya mengalahkan Spurs—mereka menyeret Thomas Frank semakin dalam ke lumpur ketidakpastian. (udn)
Load more