Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?
- instagram manutd
Pergerakan ini membuka ruang bagi Amad Diallo dan Luke Shaw di sisi sayap. Fulham kesulitan membaca arah serangan karena United tidak terpaku pada satu pola. Setelah Cunha ditarik keluar, Bruno Fernandes mengambil alih peran eksploitasi ruang, terutama di sisi kanan.
Dalam proses gol penentu, Fernandes menarik perhatian Calvin Bassey, menciptakan celah di jantung pertahanan.
Benjamin Sesko membaca situasi dengan cermat, menciptakan ruang bagi dirinya sendiri sebelum melepaskan tembakan akurat di menit ke-94.

- instagram manutd
Kobbie Mainoo kembali dipercaya Carrick dan membentuk trio seimbang bersama Casemiro dan Fernandes. Casemiro menjadi pemutus serangan, Fernandes pengatur tempo, sementara Mainoo berperan sebagai penghubung yang menjaga ritme transisi.
Namun pendekatan bertahan United menyimpan risiko. Carrick memilih blok kompak di area sendiri, membiarkan Fulham membawa bola hingga area tengah sebelum melakukan intervensi keras. Strategi ini efektif dalam duel dan blok tembakan, tetapi berbahaya jika timing meleset.
Pergantian Casemiro dengan Manuel Ugarte di menit ke-74 menjadi titik balik. United bertahan terlalu dalam, kehilangan kontrol, dan akhirnya dihukum. Raul Jimenez mencetak gol penalti menit ke-85, disusul gol Kevin di menit ke-91 yang menghapus keunggulan dua gol United.
Gol telat Sesko kembali memunculkan istilah klasik “Fergie Time” di Theatre of Dreams. Kemenangan 3-2 ini menjadi kemenangan ketiga Carrick, sekaligus cerminan masa awal kepemimpinannya.
Jika Fulham memang ujian sesungguhnya, maka Manchester United lulus. Namun nilainya belum memuaskan.
Carrick telah menunjukkan potensi, fleksibilitas, dan keberanian taktik, tetapi juga mewarisi masalah lama: menjaga kontrol hingga peluit akhir. Musim masih panjang, dan catatan ini tak bisa diabaikan. (udn)
Load more