Efek Domino Bruno Fernandes: Dua Pemain Terpinggirkan di Manchester United Saat Era Carrick Dimulai
- instgaram Kobbie Mainoo
Mainoo kerap dipinggirkan, bahkan diabaikan pada laga penting seperti melawan Ipswich—sebuah keputusan yang dianggap menentukan arah kariernya di klub.
Amorim bereksperimen dengan menempatkan Mainoo sebagai gelandang serang, bahkan di lini depan. Di dalam skuad, sempat muncul candaan bahwa Mainoo bisa saja dimainkan sebagai striker. Namun, eksperimen tersebut justru memperburuk situasi.
Kekecewaan Mainoo memuncak hingga muncul rencana untuk hengkang dengan status pinjaman pada bursa transfer Januari.
Ketegangan antara Amorim dan dewan direksi semakin memperumit keadaan, hingga akhirnya perubahan kepemimpinan membuka jalan baru bagi Mainoo.

- instagram Bruno Fernandes
Bruno Fernandes dan Dampak Kepemimpinan di Ruang Ganti
Sebagai kapten, Bruno Fernandes memegang peran sentral dalam struktur tim. Namun, kepemimpinan itu juga membawa konsekuensi.
Musim ini, dua pemain berbeda disebut tersingkir dari tim inti, dan dinamika tersebut tak bisa dilepaskan dari pengaruh Bruno di lapangan maupun ruang ganti.
Gaya bermain Bruno yang dominan menuntut pemain di sekitarnya bekerja ekstra keras. Dalam konteks ini, Mainoo justru mampu beradaptasi, terutama di bawah Carrick.
Ia kembali aktif di media sosial, memposting konten terkait Manchester United setelah vakum selama sembilan bulan dari Instagram—sebuah sinyal kebangkitan mental dan emosional.
Dua laga terakhir menjadi titik balik, bukan hanya bagi Mainoo, tetapi juga bagi arah Manchester United di era baru. Carrick membawa pendekatan yang lebih sederhana dan manusiawi, sementara Bruno tetap menjadi poros permainan.
Pertanyaannya kini, apakah MU mampu menjaga keseimbangan antara kepemimpinan Bruno Fernandes dan perkembangan pemain muda seperti Mainoo? Jika jawabannya ya, maka dua laga debut Carrick bisa menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Setan Merah di sisa musim ini. (udn)
Load more