Angel Di Maria Bongkar Kebohongan Besar Transfer ke MU, Senggol Soal Cristiano Ronaldo
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pemain Real Madrid, Angel Di Maria melontarkan kritik keras terkait kepindahannya yang kontroversial ke Manchester United (MU). Pemain asal Argentina itu secara terbuka menyebut adanya “kebohongan” besar yang selama ini berkembang mengenai alasan dirinya meninggalkan Real Madrid.
Di Maria didatangkan MU pada tahun 2014 dengan status pemain mahal usai ditebus senilai 59,7 juta poundsterling. Transfer tersebut sempat digadang-gadang sebagai langkah besar Setan Merah untuk kembali berjaya di pentas Eropa.
Namun kenyataan di lapangan jauh dari ekspektasi banyak pihak. Di Maria gagal menunjukkan performa terbaiknya dan hanya bertahan selama satu musim sebelum akhirnya dilepas ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer yang lebih rendah.
Sejak meninggalkan Old Trafford, Di Maria berulang kali menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk hengkang dari Real Madrid. Ia merasa kepindahan tersebut terjadi bukan atas dasar kemauan pribadi, melainkan karena situasi yang berkembang di internal klub.
Dalam wawancara terbarunya bersama media Spanyol AS, Di Maria meluruskan berbagai spekulasi yang selama ini beredar. Ia secara tegas membantah narasi yang menyebut dirinya meminta gaji setara dengan Cristiano Ronaldo.
“Ya [saya sedih], karena saya tidak ingin pergi. Dikatakan bahwa saya ingin mendapatkan gaji yang sama dengan Cristiano, tetapi itu bohong. Bagaimana saya bisa berharap mendapatkan gaji yang sama dengan seseorang yang telah memenangkan beberapa penghargaan Ballon d'Or?," ujar Di Maria.
“Saya sangat bahagia, saya telah memenangkan Liga Champions dan Ancelotti juga tidak ingin saya pergi, tetapi James [Rodriguez] telah datang dan sayalah yang berada di bursa transfer untuk pergi," lanjutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keputusan Real Madrid melepas dirinya lebih disebabkan oleh dinamika skuad. Kedatangan James Rodriguez membuat posisi Di Maria menjadi pihak yang paling memungkinkan untuk dijual.
Di Maria juga mengungkap bahwa dirinya sempat berjuang hingga detik terakhir agar bisa tetap bertahan di Spanyol. Bahkan, ia merasa tidak dilibatkan dalam proses negosiasi yang akhirnya membawanya ke Inggris.
“Saya mencoba bertahan hingga hari terakhir. Saya ingin terus berlatih. Saya bermain di leg pertama Piala Super melawan Atleti, dan di leg kedua mereka bahkan tidak memanggil saya karena mereka sudah mencapai kesepakatan dengan Manchester United, sesuatu yang tidak saya ketahui. Saya dan keluarga saya sangat senang, tetapi terkadang hal-hal seperti ini terjadi, dan itu terjadi pada saya," katanya.
Kisah kepindahan tersebut meninggalkan luka tersendiri bagi Di Maria, terutama karena ia tengah berada di puncak performa bersama Real Madrid. Ia merasa kariernya di Spanyol berakhir dengan cara yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Setelah meninggalkan MU pada 2015, Di Maria menemukan kembali stabilitas kariernya bersama Paris Saint-Germain. Selama tujuh musim di Prancis, ia tampil dalam 295 pertandingan dan mencetak 92 gol di semua kompetisi.
Prestasinya bersama PSG juga terbilang gemilang dengan raihan lima gelar liga, lima Piala Prancis, dan empat Piala Liga Prancis. Di Maria menjadi salah satu pemain kunci yang berkontribusi besar dalam dominasi domestik klub tersebut.
Petualangannya kemudian berlanjut ke Italia saat ia bergabung dengan Juventus pada 2022. Namun masa baktinya di Serie A hanya berlangsung satu musim sebelum kembali ke klub lamanya, Benfica.
Pada tahun berikutnya, Di Maria memutuskan pulang kampung ke Argentina. Ia resmi bergabung dengan Rosario Central, klub yang memiliki makna emosional besar dalam perjalanan karier sepak bolanya. (fan)
Load more