News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legenda MU, Gary Neville Tidak Ingin Michael Carrick Dijadikan Pelatih Kepala Permanen Manchester United?

Gary Neville blak-blakan soal penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara Manchester United. Neville menilai tidak boleh ada ruang bagi Carrick
Kamis, 15 Januari 2026 - 18:09 WIB
Legenda MU, Gary Neville
Sumber :
  • instagram Gary Neville

tvOnenews.com - Legenda Manchester United, Gary Neville, kembali menarik perhatian publik sepak bola Inggris. Mantan bek kanan Setan Merah itu dikenal tidak pernah ragu menyampaikan pandangan kritisnya, terutama ketika menyangkut arah klub yang membesarkan namanya. 

Kali ini, Neville berbicara terbuka soal penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara Manchester United.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pandangan Neville, keputusan klub menunjuk Carrick bukanlah kesalahan mutlak. Namun, ia menegaskan dengan sangat jelas bahwa langkah tersebut tidak boleh berkembang menjadi solusi jangka panjang. 

Bagi Neville, Manchester United berada di fase krusial yang menuntut keberanian mengambil keputusan besar, bukan sekadar nostalgia atau kompromi emosional.

Carrick Dihormati, Tapi Bukan untuk Jangka Panjang

Manchester United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim. 

Mantan gelandang andalan klub itu diminta membantu tim finis setinggi mungkin di klasemen Premier League dan memimpin laga penting, termasuk duel melawan Manchester City di Old Trafford.

Gary Neville tidak menampik kualitas personal Carrick. Dalam podcast Stick to Football bersama Jamie Carragher, ia menegaskan rasa hormatnya kepada Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy.

“Sejujurnya, saya sangat menghargai Ole, saya sangat menghargai Ruud, dan saya sangat menghargai Carrick. Mereka adalah orang-orang hebat,” ujar Neville, melansir dari Manchester News.

Namun, ia langsung memberi garis tegas. Neville menilai tidak boleh ada ruang bagi Carrick untuk dipertimbangkan sebagai pelatih permanen, apa pun hasil yang diraih.

“Tidak boleh ada pertimbangan bahwa Michael akan mengambil pekerjaan itu setelah musim ini — untuk Michael dan untuk klub — bahkan jika dia memenangkan setiap pertandingan.”

Neville menilai euforia sesaat sering kali menyesatkan. Ia menggambarkan skenario di mana Carrick bisa saja sukses dalam jangka pendek, membuat fans puas, bahkan membawa klub ke Liga Champions. Meski demikian, menurutnya, keputusan permanen harus tetap rasional, bukan emosional.

Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick
Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick
Sumber :
  • Action Images via Reuters/Matthew Childs

Trauma Lama yang Tak Boleh Terulang

Neville juga mengingatkan bahwa Manchester United sudah beberapa kali terjebak dalam pola yang sama. Ia menyebut penunjukan Ole Gunnar Solskjaer dan Ryan Giggs di masa lalu sebagai contoh bagaimana klub terlalu sering kembali ke figur internal.

“Ketika Anda mulai melihat Michael, Ole, dan Ruud, rasanya agak menyedihkan. Kita kembali ke situasi ini. Kita sudah pernah melihat film ini sebelumnya,” kata Neville.

Menurutnya, United memang tidak memiliki banyak pilihan dalam situasi mendesak. Namun, jika klub gagal mendapatkan manajer kelas dunia di musim panas nanti, tekanan akan kembali menumpuk dan siklus kegagalan bisa terulang.

Neville juga menyinggung bahwa dalam delapan tahun terakhir, Manchester United sudah mencoba berbagai tipe pelatih, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga Erik ten Hag dan Amorim. Namun, hasilnya tetap inkonsisten.

Ancelotti, Pochettino, dan Tuchel: Tiga Nama Ideal Versi Neville

Dalam pandangan Neville, Manchester United kini harus “menghilangkan risiko”. Ia menilai klub membutuhkan figur yang mampu menghadapi tekanan media, mengendalikan ruang ganti, berkomunikasi dengan pemilik, dan tetap memainkan gaya sepak bola yang disukai penggemar.

Dari semua opsi yang ada, Neville menyebut tiga nama paling cocok untuk mengemban tugas berat tersebut: Carlo Ancelotti, Mauricio Pochettino, dan Thomas Tuchel.

Ancelotti disebut karena pengalaman, ketenangan, dan kemampuannya mengelola ego pemain bintang. Neville bahkan menyinggung usia Ancelotti yang 66 tahun sebagai alasan realistis bahwa United bisa menjadi “pekerjaan besar terakhirnya” di level klub.

Pochettino dan Tuchel juga dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam membangun tim kompetitif, disiplin taktik, serta keberanian menghadapi tekanan klub besar. 

Bagi Neville, inilah tipe manajer yang dibutuhkan United saat ini—bukan sekadar legenda klub, tetapi pemimpin dengan otoritas dan pengalaman elite.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, pesan Neville jelas. Michael Carrick layak dihormati sebagai solusi darurat, namun Manchester United harus berpikir jauh ke depan. 

Musim panas nanti akan menjadi ujian apakah klub benar-benar belajar dari masa lalu, atau kembali mengulang kesalahan yang sama. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT