MU dan Liverpool Gigit Jari, Antoine Semenyo Ungkap Alasannya Lebih Pilih Manchester City
- REUTERS/Phil Noble
tvOnenews.com - Manchester City resmi memenangkan persaingan sengit di bursa transfer Januari dengan mendatangkan Antoine Semenyo dari Bournemouth.
Di tengah minat serius klub-klub besar seperti Liverpool, Manchester United, dan Chelsea, pemain internasional Ghana itu justru mantap memilih Etihad Stadium sebagai destinasi karier berikutnya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Semenyo mengungkapkan secara terbuka faktor-faktor yang membuat Manchester City berada satu level di atas rival Premier League lainnya.
- Action Images via Reuters/Paul Childs
Faktor utama yang sulit ditolak Semenyo adalah peluang bekerja langsung di bawah arahan Pep Guardiola.
Bagi pemain berusia 26 tahun itu, Guardiola bukan sekadar pelatih, melainkan figur sentral dalam sepak bola modern.
“Para pelatih terbaik, (dan) pemain terbaik akan membawa permainan saya ke level selanjutnya. Saya merasa kemampuan saya meningkat, tetapi ada begitu banyak pemain muda di sini yang menurut saya akan menjadi pemain top. Saya ingin menjadi bagian dari itu, dan saya ingin menulis ulang sejarah lagi,” kata Antoine Semenyo dikutip dari express.co.uk.
Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan pemain ofensif menjadi lebih komplet, baik secara teknis maupun taktis.
Hal tersebut menjadi daya tarik besar bagi Semenyo, yang merasa dirinya masih berada dalam fase berkembang.
Dibanding Liverpool atau Manchester United, Semenyo menilai Manchester City menawarkan lingkungan paling ideal untuk perkembangan individu.
Keberadaan pemain-pemain elite dengan standar latihan tinggi menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusannya.
“(Saya akan menggambarkan diri saya sebagai) Pemain yang kuat, cepat, tangguh, dan klinis, tetapi masih terus berkembang. Saya merasa masih belum mencapai puncak kemampuan saya. Saya masih harus banyak belajar dan bergabung dengan City akan menjadi hal terbaik untuk perkembangan saya,” jelasnya.
City dinilai memiliki keseimbangan sempurna antara pemain berpengalaman dan talenta muda, sesuatu yang menurut Semenyo sangat penting untuk menjaga konsistensi performa.
Semenyo juga menyoroti mentalitas pemenang yang sudah tertanam kuat di tubuh Manchester City selama satu dekade terakhir.
Di bawah Guardiola, City bukan hanya dominan di Premier League, tetapi juga sukses di Liga Champions dan kompetisi domestik lainnya.
“Saya telah menyaksikan City selama dekade terakhir di bawah Pep Guardiola, dan mereka telah menjadi tim dominan di Premier League, mencapai hal-hal luar biasa di Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga,” kata Semenyo.
Menurut Semenyo, City adalah klub yang menetapkan standar tertinggi dalam segala aspek, mulai dari fasilitas, pemain, hingga manajemen.
“Mereka telah menetapkan standar tertinggi, sebuah klub dengan pemain kelas dunia, fasilitas kelas dunia, salah satu manajer terhebat sepanjang masa,” imbuhnya.
Berbeda dengan Liverpool dan Manchester United yang sedang berada dalam fase transisi, Manchester City dinilai Semenyo masih berada di jalur kuat untuk bersaing di semua kompetisi.
“Saya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang, jadi berada di klub ini, pada tahap karier saya saat ini, adalah hal yang sempurna. Ini benar-benar sebuah kehormatan. Permainan terbaik saya masih akan datang, saya yakin,” ucapnya.
City sendiri masih bersaing di empat kompetisi utama pada 2026, sebuah peluang besar bagi Semenyo untuk langsung berkontribusi dalam perebutan trofi.
“City berada di posisi yang bagus – masih berpeluang di empat kompetisi. Saya benar-benar merasa dapat membantu mereka menjalani paruh kedua musim yang kuat,” pungkasnya.
Meski nilai transfer Semenyo mencapai £62,5 juta (Rp 1,41 triliun) dan menjadikannya salah satu rekrutan termahal Januari, pilihannya tidak semata soal angka.
(tsy)
Load more