John Terry Syok Berat! Tak Menyangka Chelsea Tega Depak Enzo Maresca dan Cium Aroma Konflik Panas di Skuad The Blues
- REUTERS/Scott Heppell
Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea kembali menegaskan reputasi Stamford Bridge sebagai tempat yang tak ramah bagi pelatih untuk bertahan lama. Meski sempat menghadirkan optimisme, perjalanan Maresca akhirnya harus berakhir di tengah gejolak internal dan performa tim yang menurun.
Chelsea memang dikenal memiliki sejarah panjang pergantian manajer yang cepat. Bahkan nama-nama besar seperti Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti pernah merasakan kerasnya kursi panas di London Barat.
Di bawah kepemilikan BlueCo, tradisi tersebut tampaknya belum berubah. Pada 1 Januari, Enzo Maresca resmi menjadi manajer terbaru yang angkat kaki dari klub berjuluk The Blues itu.
Padahal, beberapa pekan sebelumnya situasi di Stamford Bridge terlihat cukup menjanjikan. Chelsea mampu menahan Arsenal dan meraih kemenangan meyakinkan atas Barcelona di ajang Liga Champions.
Namun, grafik performa tim perlahan menurun dan hasil-hasil minor mulai berdatangan. Ketegangan pun mencuat ke permukaan, terutama setelah luapan emosi Maresca dalam konferensi pers usai kemenangan atas Everton.
Spekulasi mengenai masa depan sang pelatih semakin liar setelah Chelsea hanya mampu bermain imbang melawan Bournemouth. Situasi tersebut membuat posisi Maresca kian sulit dipertahankan di mata manajemen.
Legenda klub John Terry pun angkat bicara menanggapi kabar pemecatan tersebut. Ia mengaku terkejut dengan keputusan yang diambil oleh pihak klub.
“Sejujurnya saya benar-benar terkejut, saya tidak melihat ini akan terjadi,” ujar Terry dalam unggahannya di TikTok, seperti dilansir Sky Sports. “Memang belakangan hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, tetapi tetap saja ini keputusan besar.”
Terry juga menyinggung adanya ketegangan yang sudah terasa dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari cara Maresca berbicara kepada media.
“Anda bisa melihat atau mendengar konferensi persnya dan tahu bahwa ada ketegangan,” kata Terry. “Jelas ada masalah antara manajer dan pemilik klub.”
Mantan kapten Chelsea itu menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan tim utama. Saat ini, Terry lebih banyak berkutat dengan pengembangan pemain akademi.
“Saya mendapat banyak telepon pagi ini, semua orang mengira saya tahu apa yang terjadi,” ujarnya. “Padahal saya tidak tahu apa-apa karena saya tidak terlibat di tim utama.”
Terry juga mengajak publik untuk melihat situasi ini secara lebih luas. Ia membandingkan performa gemilang Chelsea beberapa pekan lalu dengan kondisi tim saat ini.
“Tiga atau empat pekan lalu kami bermain sangat baik melawan Barcelona dan Arsenal,” kata Terry. “Namun jika melihat performa terbaru, jelas itu belum cukup.”
Di tengah situasi ini, Chelsea dikabarkan bergerak cepat mencari pengganti Maresca. Nama Liam Rosenior disebut-sebut masuk dalam daftar teratas calon pelatih baru.
Bagi Terry, pergantian pelatih adalah bagian dari dinamika sepak bola modern. Ia menekankan bahwa para pemain harus segera beradaptasi dengan situasi baru.
“Siapa pun yang datang, para pemain harus tetap melanjutkan tugasnya,” ucap Terry. “Ini bagian dari proses dan para pemain harus bangkit.”
Chelsea kini kembali berada di persimpangan jalan. Dengan skuad yang belum solid serta kebutuhan tambahan pemain di lini belakang dan depan, tantangan besar menanti manajer berikutnya.
Pertanyaan pun mengemuka, apakah sosok baru nanti mampu membawa stabilitas yang selama ini dicari Chelsea. Atau justru, kursi panas Stamford Bridge kembali menelan korban berikutnya dalam waktu singkat.
(sub)
Load more