Bobotoh Kompak Sebut Bojan Hodak Kali Ini Salah Strategi saat Persib Dicukur 3-0 oleh Ratchaburi: Masalahnya Bukan di Dewa!
- Persib
tvOnenews.com - Kekalahan 0-3 Persib Bandung dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) memicu gelombang kritik dari Bobotoh.
Bukan sekadar kecewa karena skor telak, suporter justru kompak menilai ada kesalahan strategi yang dilakukan Bojan Hodak.
Bermain di Stadion Ratchaburi, Na Muang, Persib sudah kehilangan kendali sejak awal laga.

- Persib
Gol cepat tuan rumah membuat ritme permainan Maung Bandung goyah. Dalam laga selevel fase gugur Asia, kebobolan di menit-menit awal jelas menjadi pukulan telak secara mental.
Namun bagi Bobotoh, persoalan utama bukan hanya gol cepat tersebut.
Sorotan tajam justru mengarah pada komposisi lini tengah dan absennya peran gelandang bertahan murni (defensive midfielder/DMF).
Banyak yang menilai struktur permainan Persib timpang sehingga transisi bertahan menjadi lambat dan mudah ditembus.

- Persib
“Saat Dewa diganti keliatan masalahnya bukan di Dewa tapi cover dari Dewa nya yang gak ada, murni tadi gak ada DMF,” tulis salah satu bobotoh @ibnuxxx, di media sosial.
"Dewa itu tidak salah, karena mengikuti arahan pelatih, yang lebih parah lagi pelatih kenapa Dewa itu selalu dipermainkan," kata @debuxxx.
Komentar itu mewakili suara mayoritas. Mereka menilai Dewa bukan akar masalah, melainkan sistem dan skema yang tidak berjalan seimbang.
Tanpa pelapis atau jangkar yang kuat di depan bek, Ratchaburi leluasa mengontrol bola kedua dan melancarkan serangan balik cepat.

- Tim tvOne/Dwi RB
Dua gol tambahan yang bersarang ke gawang Persib lahir dari situasi serupa: lini tengah kalah duel, jarak antar lini renggang, dan koordinasi bertahan terlambat.
Tak hanya lini tengah, pemilihan starting XI juga dipertanyakan.
Beberapa suporter menyebut keputusan Bojan terkesan meremehkan lawan. Ada yang mempertanyakan mengapa pemain tertentu tidak diturunkan sejak awal, termasuk opsi di lini belakang maupun depan.
"Pusing sama taktik Bojan, Barros dipertahanin terus, Berg diganti, Kurzawa bukannya starting malah Dewangga," kata @buibuxx.
“Blunder parah menurut gue, Bojan terlalu menyelepekan musuh, Kurzawa padahal bisa dipasang di awal,” kata @madaxxx.
Selain itu, tumpulnya penyelesaian akhir turut menjadi sorotan. Meski sempat menciptakan peluang, finishing Persib dinilai kurang tajam. Absennya figur seperti David da Silva (DDS) disebut sangat terasa.
“Sorry untuk kali ini Bojan emang harus dikritik rekrutan apalagi lini depan ga ada yang bener. B2b emang luar biasa tapi kita jangan buta pemain-pemain penting di lini depan kaya DDS, Ciro, Tyronne, bukan hasil rekrutan dia,” tulis @ibnuxxx.
“Keputusan yang sangat disayangkan menurut saya, terlambat mengganti Dewa nya dan lebih memilih memainkan Castel ketimbang Ramon,” kata @rofiqulxxx.
Meski begitu, narasi yang paling kuat di kalangan Bobotoh tetap satu: kali ini Bojan Hodak dianggap salah membaca pertandingan.

- Persiib
Pelatih asal Kroasia tersebut memang mengakui timnya tampil di bawah standar. Namun bagi suporter, evaluasi tak cukup hanya lewat pengakuan.
Perubahan nyata harus terlihat di leg kedua jika Persib ingin menjaga asa lolos.
Dengan defisit tiga gol, Maung Bandung menghadapi misi berat. Mereka wajib tampil lebih disiplin, solid di lini tengah, dan tajam di depan gawang.
Kini tekanan ada di tangan Bojan Hodak. Bobotoh sudah sepakat bahwa kekalahan di Thailand bukan semata soal performa individu, melainkan strategi yang dinilai kurang tepat sejak awal laga. (asl)
Load more