Siapa Antonio Tuta, Kiper Juara Liga Eropa yang Kepincut Main di Persib dan Persebaya
- facebook.com/FKRITERIAI
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Antonio Tuta jadi sorotan sepak bola Tanah Air menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim. Kiper asal Kroasia itu secara terbuka mengungkapkan ketertarikannya untuk melanjutkan karier di Liga Indonesia.
Sorotan terhadap Tuta tak lepas dari label “juara Liga Eropa” yang melekat pada namanya. Dalam keterangannya, kiper berusia 28 tahun tersebut akui pernah turut membawa NK Rogaška angkat trofi beberapa musim lalu.
“Saya memenangkan Liga 2 Slovenia bersama Rogaška, lalu klub itu memenangkan Piala Slovenia pada musim berikutnya,” ujar Tuta saat dihubungi tvOnenews.com. Baginya, pencapaian tersebut menjadi fondasi mentalitas juara yang selalu ia bawa ke mana pun berlabuh.
Perjalanan karier Tuta bisa dibilang dinamis, layaknya petualang yang tak pernah ragu mencari tantangan baru. Posturnya yang jangkung berpadu dengan pengalaman lintas negara membuatnya terbiasa menghadapi berbagai situasi sulit di bawah mistar.
Rekam jejak terbarunya pada 2025 dihabiskan bersama FK Riteriai di kasta tertinggi Liga Lithuania, A Lyga. Tuta mencatatkan 19 penampilan dengan total 1.485 menit bermain dan berperan penting membantu tim bertahan dari ancaman degradasi.
Sebelum ke Lithuania, ia menjalani musim padat di Liga Irlandia sepanjang 2024 bersama Kerry FC. Pada periode itu, Tuta tampil penuh dalam 28 pertandingan dan menghabiskan 2.520 menit bermain tanpa tergantikan.
Jauh sebelumnya, Tuta merintis karier profesionalnya dengan memperkuat sejumlah klub lintas negara. Ia pernah bermain di Austria bersama SV Bürmoos, Bulgaria bersama Septemvri Simitli, serta Islandia bersama Snaefell dan KFG.
- facebook.com/FKRITERIAI
Pengalaman nomaden tersebut membentuk karakter Tuta sebagai pemain yang mudah beradaptasi. Ia terbiasa menghadapi perbedaan gaya bermain, iklim kompetisi, hingga tekanan dari berbagai kultur sepak bola.
Semua pengalaman itu kini ingin ia tawarkan kepada klub-klub Indonesia. Tuta menilai situasi sulit yang kerap ia hadapi justru membantunya tumbuh sebagai kiper yang lebih tenang dan disiplin.
“Musim itu penuh tekanan karena kami berjuang untuk bertahan, dan kami berhasil,” kata Tuta mengenang kiprahnya di Lithuania. “Saya suka bermain di bawah tekanan, karena saat itulah saya merasa berada dalam kondisi terbaik.”
Load more