News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nostalgia Persib Bandung: Kisah Eka Ramdani yang Dicap Pengkhianat hingga Didemo Bobotoh usai Pindah ke Persisam

Nama Eka Ramdani pernah berdiri di posisi istimewa di hati bobotoh Persib Bandung. Namun, keputusannya usai pindah ke Persisam berubah menjadi kisah pahit.
Kamis, 1 Januari 2026 - 08:31 WIB
Mantan pemain Timnas Indonesia, Eka Ramdani saat berseragam Persib Bandung
Sumber :
  • Instagram/@persib

tvOnenews.com - Nama Eka Ramdani pernah berdiri di posisi istimewa di hati bobotoh Persib Bandung.

Sosok gelandang mungil dengan daya jelajah tinggi itu sempat menjadi simbol semangat Maung Bandung di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, cinta besar tersebut berubah menjadi luka mendalam ketika Eka membuat keputusan yang mengguncang Bandung.

Legenda Persib Bandung, Eka Ramdani saat membela Timnas Indonesia
Legenda Persib Bandung, Eka Ramdani saat membela Timnas Indonesia
Sumber :
  • AP Photo

Kisah pahit itu terjadi pada musim 2011/2012, saat Eka Ramdani atau yang akrab disapa Ebol memilih hengkang dari Persib dan bergabung dengan Persisam Samarinda.

Sebuah keputusan yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu episode paling kelam dalam relasi pemain dan suporter Persib.

Eka Ramdani merupakan produk asli Bandung. Ia menimba ilmu sepak bola di SSB Uni Bandung, akademi yang berada di bawah naungan Persib.

Bakatnya tercium sejak usia muda hingga akhirnya direkrut Persib pada 2001.

Eka Ramdani dan Gian Zola saat berseragam Persib Bandung
Eka Ramdani dan Gian Zola saat berseragam Persib Bandung
Sumber :
  • Persib Official

Meski sempat merantau ke Sriwijaya FC pada 2003, karier Ebol justru berkembang pesat di sana.

Ia kembali ke Persib pada 2005 dengan kematangan permainan yang berbeda. Perlahan, Eka menjelma menjadi gelandang andalan.

Posturnya memang tidak menjulang, tetapi agresivitas, determinasi, dan keberaniannya berduel di lini tengah membuat bobotoh jatuh hati.

Eka Ramdani menjadi simbol kerja keras, bahkan turut mengantarkan namanya ke Timnas Indonesia dan meraih status runner-up Piala AFF 2010.

Mantan pemain Timnas Indonesia sekaligus legenda Persib Bandung, Eka Ramdani
Mantan pemain Timnas Indonesia sekaligus legenda Persib Bandung, Eka Ramdani
Sumber :
  • Persibmania

Ikatan emosional itu runtuh pada 2011. Eka memilih meninggalkan Persib dan menerima pinangan Persisam Samarinda.

Keputusan tersebut diambil dengan alasan ingin mendapatkan penghargaan dan kelanjutan karier yang lebih jelas sebagai pesepak bola profesional.

Namun bagi bobotoh, keputusan itu terasa seperti pengkhianatan. Reaksi keras pun tak terelakkan.

Ratusan bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club menggelar aksi besar pada 21 September 2011.

Mereka bergerak dari Stadion Sidolig menuju distro milik Eka Ramdani di Jalan RE Martadinata, Bandung.

Kaus dan poster bergambar Eka dibakar. Distro bernama ER8—inisial nama Eka Ramdani dan nomor punggung favoritnya—disegel dan dirusak.

Police line bertuliskan “Viking” dipasang. Pesannya jelas: hubungan bobotoh dan Ebol telah retak.

Karier Berlanjut, Luka Tak Pernah Benar-Benar Hilang

Eka hanya semusim membela Persisam. Setelah itu, ia berpindah-pindah klub: Pelita Bandung Raya, Semen Padang, Mitra Kukar, kembali ke Sriwijaya FC, lalu Persela Lamongan.

Pada 2018, Eka akhirnya kembali ke Persib Bandung. Sebuah kepulangan yang penuh harap, namun tak berjalan seperti dongeng.

Kondisi fisik dan performanya tak lagi seperti dulu. Ia hanya tampil dalam 14 pertandingan dengan total 404 menit bermain.

Tak lama berselang, Eka Ramdani memilih gantung sepatu dan mengakhiri karier profesionalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah gantung sepatu, Eka tak sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Ia tetap berkutat di lapangan hijau dengan membina talenta muda di SSB UNI Bandung.

Selain itu, Eka kini mengemban tugas sebagai Asisten Pelatih Garudayaksa FC, klub yang berlaga di kompetisi Championship. (asl)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT