Kisah Fran Brodic, Dulu Minat Gabung Persija Kini Menjelma Jadi Mesin Gol Tajam Eropa yang Panen Gelar Juara
- ujpestfc.hu
Jakarta, tvOnenews.com – Dalam hingar-bingar bursa transfer sepak bola Indonesia, kerap muncul nama-nama asing yang singgah sebatas rumor, namun memiliki jalan nasib menarik untuk disimak. Salah satu kisah tersebut datang dari sosok Fran Brodic, penyerang berdarah Kroasia yang namanya sempat santer dikaitkan dengan raksasa ibu kota, Persija Jakarta.
Memutar waktu ke tahun 2019, The Jakmania sempat dibuat penasaran dengan sosok Brodic yang diisukan bakal menjadi suksesor Marko Simic, yang akan tinggalkan Macan Kemayoran ke Liga Malaysia. Isu tersebut bukan isapan jempol semata, sebab sang pemain kala itu memberikan sinyal positif dan tidak menutup pintu untuk berkarier di Asia.
“Mungkin suatu saat nanti saya ingin gabung Persija, seseorang bertanya apakah saya mau main di sana dan saya jawab mungkin suatu hari nanti bisa terjadi,” ujarnya dilansir dari Indpsport. Namun, takdir berkata lain karena Brodic memilih tetap bertarung di kerasnya kompetisi Benua Biru ketimbang merantau ke Jakarta.
Keputusan untuk bertahan di Eropa ternyata menjadi titik balik krusial yang menyelamatkan karier sepak bolanya dari keterpurukan. Fran Brodic yang dulu hanya sekadar rumor di Indonesia kini telah menjelma menjadi “predator” menakutkan yang panen gelar juara di level tertinggi.
Jauh sebelum namanya dikenal publik Tanah Air, Brodic merupakan permata muda yang ditempa akademi tersohor Dinamo Zagreb sejak 2011. Bakat alaminya yang menonjol membuatnya menjadi langganan Timnas Kroasia di berbagai kelompok umur, mulai dari U-16 hingga U-21, dengan catatan gol yang cukup impresif.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus karena ia sempat merasakan pahitnya menjadi pemain “musafir” saat merantau ke Belgia bersama Club Brugge pada 2014. Kariernya sempat meredup akibat minim menit bermain dan harus rela dipinjamkan ke berbagai klub, mulai dari Royal Antwerp hingga terdampar di Liga Italia bersama Catania.

- ujpestfc.hu/
Tujuh tahun berkelana tanpa kepastian, Brodic mengambil keputusan berani untuk pulang kampung ke Kroasia pada musim 2020/2021 demi membangun ulang reputasinya dari nol. Keputusan itu berbuah manis saat ia memperkuat NK Varazdin, di mana ia meledak dengan torehan 25 gol dan tujuh assist dari 62 laga serta membawa klubnya promosi.
Ketajaman yang kembali ditemukan membuat raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb, memulangkannya ke Maksimir Stadium pada musim 2023/2024. Di sana, ia tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi turut berkontribusi mencetak enam gol penting yang membantu Dinamo Zagreb mengunci gelar juara Liga Kroasia.
Kini, petualangan Brodic berlanjut di Hungaria bersama Újpest FC setelah ditebus dengan mahar fantastis mencapai 1,5 juta euro atau setara miliaran rupiah. Statistiknya kian mengesankan dengan catatan 10 gol dan 11 assist dari 40 laga, membuktikan bahwa ia bukan lagi pemain muda labil seperti saat rumor Persija itu muncul.
Evolusi permainan Brodic di lapangan hijau membuatnya dijuluki “The Cerebral Predator”, atau predator yang bermain dengan kecerdasan. Ia bukan tipikal striker klasik yang hanya menunggu bola matang di dalam kotak penalti, melainkan penyerang modern yang hidup dari kekacauan pertahanan lawan.
Keunggulan utamanya terletak pada insting oportunis, di mana ia kerap mencetak gol dari bola liar atau memenangkan duel udara yang tak terduga. Ia juga tak ragu melepaskan tembakan spekulatif, bahkan tercatat pernah melesakkan 74 tembakan dalam satu musim sebagai bukti agresivitasnya.

- ujpestfc.hu/
Namun, melabelinya sekadar pencetak gol adalah kesalahan besar karena Brodic memiliki dimensi permainan yang sangat luas. Ia kerap bergerak melebar ke sisi sayap untuk mengirimkan umpan silang, menjadikannya penyerang yang piawai melayani rekan setim dengan catatan assist tinggi.
Sisi paling menarik dari permainannya adalah sifatnya yang tidak egois dan mau bekerja keras untuk tim. Ketika aliran bola dari lini tengah macet, Brodic tak segan turun hingga area pertahanan sendiri demi menjemput bola dan memulai serangan dari bawah.
Lemari trofinya kini semakin sesak dengan koleksi medali bergengsi, mulai dari tiga gelar Juara Liga Kroasia hingga satu Piala Kroasia. Sebuah pencapaian yang mungkin tidak akan ia raih andai dulu memilih jalan pintas menerima pinangan klub Liga 1 di usia mudanya.
Kisah Fran Brodic menjadi bukti bahwa kesabaran dan kerja keras di kompetisi level tinggi akan selalu membuahkan hasil manis. Meski batal berseragam oranye Persija Jakarta, perjalanan kariernya tetap layak menjadi inspirasi tentang bagaimana seorang pemain bangkit dari kegagalan menuju puncak kejayaan.
(sub)
Load more