Kisah Lawas Zah Rahan Krangar: Playmaker Liberia yang Sering Dikasih Uang Umuh Muchtar tapi Tolak Tawaran Persib Bandung
- ANTARA/R Rekotomo/Koz/pd/07
tvOnenews.com - Zah Rahan Krangar identik dengan dua klub juara Liga Indonesia yang kini sedang berjuang di Divisi Championship yaitu Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.
Namun, tahukah Anda bahwa Zah Rahan sebetulnya sempat dirayu oleh Umuh Muchtar untuk gabung Persib Bandung di era Liga Indonesia 2010-an?
Saat itu, Zah Rahan mengaku kalau Umuh Muchtar sering memberinya uang. Akan tetapi, ia memilih untuk memperpanjang kontrak bersama klubnya.
Lalu, bagaimana kisah lengkap tentang Zah Rahan Krangar, playmaker Liberia yang blak-blakan tolak Persib Bandung?
Lahir di ibu kota Liberia, Monrovia pada 7 Maret 1985, Zah Rahan Krangar memulai karier sepak bolanya bersama klub lokal Ducor Defenders di tahun 1999 hingga 2001.
Pindah ke Karn United selama semusim dari 2001 sampai 2002, playmaker berpostur 165 cm tersebut memutuskan karier ke Eropa dengan gabung klub Swiss, SC YF Juventus.
Kurang cocok dengan kultur Eropa, Zah Rahan Krangar balik ke Afrika. Klub papan atas Kamerun RC Bafoussam jadi destinasi berikutnya.
Saat itu, ia masih berusia 18 tahun, namun pengalaman abroadnya cukup mengesankan. Sampai kemudian, tawaran masuk dari klub Liga Indonesia.
Adalah Persekaba Badung yang merekrutnya pada 2004 sebelum dipinang Persekabpas Pasuruan semusim berikutnya. Dari sini, kiprah Zah Rahan meroket.
Dua musim di Persekabpas Pasuruan, Zah Rahan bawa timnya itu lolos 8 besar Liga Indonesia. Padahal, klub asal Jawa Timur tersebut datang sebagai underdog.
- Instagram @zkrangar10
Sriwijaya FC yang tengah membangun The Dream Team setelah berganti nama dari Persijatim Jakarta Timur akhirnya membajak Zah Rahan Krangar.
Tak butuh waktu lama, Zah Rahan membentuk trio di lini serang Sriwijaya FC bersama Anoure Obiora dan Keith Kayamba Gumbs pada Liga Indonesia 2007.
Tiga trofi dipersembahkan Zah Rahan Krangar bersama Sriwijaya FC yaitu satu Liga Indonesia serta dua gelar Copa Indonesia atau Piala Indonesia.
Bukan cuma itu, trofi Community Shield 2009/2010 hingga MVP Liga Indonesia 2008 juga menjadi sejarah manis Zah Rahan Krangar bersama Sriwijaya FC.
Persipura Jayapura jadi petualangan berikutnya untuk Zah Rahan. Tuahnya di Sriwijaya FC berlanjut ketika ia membawa Mutiara Hitam juara Liga Indonesia 2010.
Empat musim di Persipura Jayapura, playmaker yang akrab dengan nomor punggung 10 itu mencoba peruntungan di Malaysia bersama klub Felda United.
Akan tetapi, kariernya malah merosot sepulang dari Malaysia. Sempat tidak punya klub, Zah Rahan lebih sering berpindah-pindah tim.
Mulai dari Madura United, PSS Sleman hingga Persela Lamongan pernah dia bela. Zah Rahan kemudian pensiun pada 2021. Kini, ia berada di Liberia, kampung halamannya.
Di sana, Zah Rahan Krangar lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya. Selain itu, status legenda juga tersemat untuknya di Liberia.
Ketika bermain di Liga Indonesia, Zah Rahan ternyata langganan timnas Liberia. Debutnya terjadi di Kualifikasi Piala Afrika pada tanggal 3 September 2006.
Saat berhadapan dengan Guinea Ekuatorial, Zah Rahan sukses mencetak satu gol untuk Liberia meskipun pada akhirnya mereka kalah 1-2 dari sang lawan.
Total sembilan tahun Zah Rahan Krangar menjadi pemain andalan timnas Liberia sejak 2006-2015. Dari 28 kali penampilan, sang pemain membukukan empat gol.
Kisah Zah Rahan dengan Persib Bandung
Jika melihat catatan kariernya, tak ada nama Persib Bandung di CV Zah Rahan Krangar. Kendati demikian, sang playmaker membuat pengakuan mengejutkan.
Mengutip dari podcastnya bersama Tomy Desky, Zah Rahan mengaku kalau Persib Bandung pernah mencoba layangkan tawaran untuknya.
“Kalo Persib Bandung sudah lama, waktu saya main di Persekabpas, Persib mau saya karena Pak Umuh,” kata Zah Rahan Krangar.
Walaupun sangat respek terhadap sosok Umuh Muchtar, namun saat itu Zah Rahan memilih untuk memperpanjang kontraknya bersama Persekabpas Pasuruan.
“Dia bapak yang sangat bagus, dia sering kasih saya uang, dia bilang 'Hey Zah, ayo cepat ke Persib Bandung',“ ceritanya.
“Tapi sebelum liga habis, saya sudah tandatangan kontrak baru,“ lanjut Zah Rahan.
Di akhir pernyataannya, Zah Rahan Krangar memberikan ucapan selamat atas prestasi Persib Bandung sekaligus memuji sosok dari Umuh Muchtar.
“Saya mau bilang sama Pak Umuh, selamat buat Persib Bandung untuk champion liga Indonesia dan saya mau bilang juga sukses untuk Persib Bandung main di Liga Champions Asia,“ ucapnya.
“Aku mau bilang sama Pak Umuh terima kasih karena dia yang bangun Persib Bandung, di mana-mana Persib Bandung main, Bapak ada di situ, itu manajer yang sangat luar biasa,“ jelas Zah Rahan Krangar.
(han)
Load more