Mengingat Yusuf Bachtiar, Eks Bintang Persib Bandung yang Kini Punya Julukan Tukang Bengkel
- Persib
tvOnenews.com - Nama Yusuf Bachtiar bukan sekadar catatan lama dalam buku sejarah Persib Bandung.
Bagi Bobotoh, ia adalah potongan kenangan indah dari era ketika permainan Maung Bandung begitu hidup, cair, dan penuh kreativitas.
Tubuhnya memang tak menjulang, tetapi kecepatan, kecerdasan, dan keberaniannya di lapangan membuatnya dijuluki Si Kancil, julukan yang melekat hingga kini.
Puluhan tahun telah berlalu sejak masa kejayaannya sebagai pemain. Namun satu hal tak berubah: Yusuf tetap setia berada di lingkaran sepak bola Bandung, mengabdi dengan cara yang berbeda.
Perjalanan Yusuf menuju status legenda dimulai dari lingkungan sepak bola akar rumput. Ia mengasah kemampuan bersama POR UNI Bandung, sebelum memperdalam ilmunya di Diklat Ragunan, tempat banyak talenta nasional ditempa.
Meski sempat menimba ilmu di akademi Persib, debut profesional Yusuf justru terjadi bersama Perseka 78 Sidoarjo di kompetisi Galatama 1983. Dari sanalah namanya perlahan mencuri perhatian.
Titik balik datang pada 1986, ketika pelatih Persib saat itu, Indra Thohir, meminjam Yusuf untuk tampil di ajang Pesta Sukan Brunei Darussalam. Keputusan itu terbukti jitu.
Yusuf mencetak gol krusial di partai final melawan Malaysia dan membawa Persib menjadi juara. Sejak momen tersebut, Persib tak ragu menjadikannya bagian permanen tim.
Memasuki akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Yusuf berkembang menjadi pengatur tempo permainan Persib.
Visi bermainnya tajam, distribusi bolanya presisi, dan nalurinya membaca situasi kerap menjadi pembeda.
Bersama nama-nama besar seperti Ajat Sudrajat dan Robby Darwis, Yusuf ikut mengantar Persib menapaki masa keemasan.
Sejumlah gelar prestisius berhasil diraih, termasuk dua titel Perserikatan dan mahkota Liga Indonesia pertama.
Pada musim Liga Indonesia 1994/1995, Yusuf bahkan tampil produktif sebagai gelandang dengan sumbangan enam gol.
Setelah berpisah dengan Persib pada 1997 dan sempat memperkuat Persikab, Yusuf sebenarnya telah gantung sepatu.
Namun sepak bola seolah belum mengizinkannya benar-benar pergi.
Tahun 2001, Indra Thohir kembali memanggilnya. Di usia 39 tahun, Yusuf kembali mengenakan seragam Persib.
Meski tak lagi muda, kualitasnya masih terasa. Salah satu momen paling ikonik adalah golnya ke gawang Jakarta FC dalam laga dramatis yang berakhir kemenangan untuk Persib.
Selepas pensiun, Yusuf tak memilih jalur sorotan. Ia justru menekuni peran di balik layar: membina pemain muda.
Pernah menjadi asisten pelatih Bandung United, Yusuf kemudian lebih banyak menghabiskan waktu di Diklat Persib, termasuk menangani tim Persib U-20.
Ia dengan rendah hati menyebut dirinya “tukang bengkel”, sosok yang bertugas membenahi dasar teknik, membentuk karakter, dan menyiapkan pemain agar siap bersaing di level profesional.
Berbekal lisensi A AFC, Yusuf menanamkan nilai-nilai fundamental: teknik yang benar, mental kuat, dan karakter tangguh.
Baginya, prestasi hanyalah bonus dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin.
Jalan Hidup yang Dipilih dengan Hati
Tak banyak yang mengetahui bahwa Yusuf kecil sempat diarahkan sang ayah untuk menekuni bulu tangkis, mengikuti jejak keluarga.
Namun cinta pada sepak bola membuatnya memilih jalan berbeda, keputusan yang kelak mengantarkannya menjadi bagian penting sejarah Persib.
Profil Singkat Yusuf Bachtiar
Nama: Yusuf Bachtiar
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 14 Juni 1962
Karier di Persib:
Pemain: 1986–1996, 2001
Pelatih: 2008–2009
Prestasi:
Juara Pesta Sukan Brunei Darussalam 1986
Juara Perserikatan 1989/1990
Juara Perserikatan 1993/1994
Juara Liga Indonesia 1994/1995
Timnas Indonesia: 1985–1989
(tsy)
Load more