News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengingat Yusuf Bachtiar, Eks Bintang Persib Bandung yang Kini Punya Julukan Tukang Bengkel

Mengenang Yusuf Bachtiar, eks bintang Persib Bandung berjuluk Si Kancil yang kini mengabdi sebagai pembina pemain muda.
Rabu, 17 Desember 2025 - 09:55 WIB
Yusuf Bachtiar
Sumber :
  • Persib

tvOnenews.com - Nama Yusuf Bachtiar bukan sekadar catatan lama dalam buku sejarah Persib Bandung. 

Bagi Bobotoh, ia adalah potongan kenangan indah dari era ketika permainan Maung Bandung begitu hidup, cair, dan penuh kreativitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tubuhnya memang tak menjulang, tetapi kecepatan, kecerdasan, dan keberaniannya di lapangan membuatnya dijuluki Si Kancil, julukan yang melekat hingga kini.

Puluhan tahun telah berlalu sejak masa kejayaannya sebagai pemain. Namun satu hal tak berubah: Yusuf tetap setia berada di lingkaran sepak bola Bandung, mengabdi dengan cara yang berbeda.

Perjalanan Yusuf menuju status legenda dimulai dari lingkungan sepak bola akar rumput. Ia mengasah kemampuan bersama POR UNI Bandung, sebelum memperdalam ilmunya di Diklat Ragunan, tempat banyak talenta nasional ditempa.

Meski sempat menimba ilmu di akademi Persib, debut profesional Yusuf justru terjadi bersama Perseka 78 Sidoarjo di kompetisi Galatama 1983. Dari sanalah namanya perlahan mencuri perhatian.

Titik balik datang pada 1986, ketika pelatih Persib saat itu, Indra Thohir, meminjam Yusuf untuk tampil di ajang Pesta Sukan Brunei Darussalam. Keputusan itu terbukti jitu.

Yusuf mencetak gol krusial di partai final melawan Malaysia dan membawa Persib menjadi juara. Sejak momen tersebut, Persib tak ragu menjadikannya bagian permanen tim.

Memasuki akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Yusuf berkembang menjadi pengatur tempo permainan Persib.

Visi bermainnya tajam, distribusi bolanya presisi, dan nalurinya membaca situasi kerap menjadi pembeda.

Bersama nama-nama besar seperti Ajat Sudrajat dan Robby Darwis, Yusuf ikut mengantar Persib menapaki masa keemasan.

Sejumlah gelar prestisius berhasil diraih, termasuk dua titel Perserikatan dan mahkota Liga Indonesia pertama.

Pada musim Liga Indonesia 1994/1995, Yusuf bahkan tampil produktif sebagai gelandang dengan sumbangan enam gol.

Setelah berpisah dengan Persib pada 1997 dan sempat memperkuat Persikab, Yusuf sebenarnya telah gantung sepatu.

Namun sepak bola seolah belum mengizinkannya benar-benar pergi.

Tahun 2001, Indra Thohir kembali memanggilnya. Di usia 39 tahun, Yusuf kembali mengenakan seragam Persib.

Meski tak lagi muda, kualitasnya masih terasa. Salah satu momen paling ikonik adalah golnya ke gawang Jakarta FC dalam laga dramatis yang berakhir kemenangan untuk Persib.

Selepas pensiun, Yusuf tak memilih jalur sorotan. Ia justru menekuni peran di balik layar: membina pemain muda.

Pernah menjadi asisten pelatih Bandung United, Yusuf kemudian lebih banyak menghabiskan waktu di Diklat Persib, termasuk menangani tim Persib U-20.

Ia dengan rendah hati menyebut dirinya “tukang bengkel”, sosok yang bertugas membenahi dasar teknik, membentuk karakter, dan menyiapkan pemain agar siap bersaing di level profesional.

Berbekal lisensi A AFC, Yusuf menanamkan nilai-nilai fundamental: teknik yang benar, mental kuat, dan karakter tangguh.

Baginya, prestasi hanyalah bonus dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin.

Jalan Hidup yang Dipilih dengan Hati

Tak banyak yang mengetahui bahwa Yusuf kecil sempat diarahkan sang ayah untuk menekuni bulu tangkis, mengikuti jejak keluarga.

Namun cinta pada sepak bola membuatnya memilih jalan berbeda, keputusan yang kelak mengantarkannya menjadi bagian penting sejarah Persib.

Profil Singkat Yusuf Bachtiar

Nama: Yusuf Bachtiar

Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 14 Juni 1962

Karier di Persib:

Pemain: 1986–1996, 2001

Pelatih: 2008–2009

Prestasi:

Juara Pesta Sukan Brunei Darussalam 1986

Juara Perserikatan 1989/1990

Juara Perserikatan 1993/1994

Juara Liga Indonesia 1994/1995

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia: 1985–1989

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT