News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pekan ke-32 Resmi Dimulai, 7 Klub Ini Bersaing Ketat usai Terancam Terdegradasi dari Liga 1 2024-2025: PSIS dan PSS Hampir Pasti?

Sebanyak tujuh klub bersaing ketat untuk keluar dari bayang-bayang jurang degradasi saat Liga 1 2024-2025 telah memasuki pekan ke-32.
Jumat, 9 Mei 2025 - 10:02 WIB
PSIS Semarang kembali ditinggal pemain asing
Sumber :
  • X/Ruxiiii4

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak tujuh klub bersaing ketat untuk keluar dari bayang-bayang jurang degradasi saat Liga 1 2024-2025 telah memasuki pekan ke-32.

Kompetisi Liga 1 pada musim ini telah melewati pekan ke-31 dan tinggal menyisakan pertandingan lagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akhir musim yang di depan mata itu sebenarnya telah menghasilkan klub peraih gelar juara, yaitu Persib Bandung.

Persib Bandung Juara Liga 1 2024-2025
Persib Bandung Juara Liga 1 2024-2025
Sumber :
  • Ligaindonesiabaru.com

 

Meski Persib Bandung sudah keluar sebagai juara, namun kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia tersebut masih menyisakan sejumlah persaingan ketat, khususnya para klub di zona merah.

Setidaknya, ada tujuh tim yang dipastikan posisinya belum aman dari bayang-bayang degradasi Liga 1 musim ini.

Termasuk Persik Kediri yang berada di posisi ke-12 dengan torehan 37 poin, mereka masih bisa terjerembab ke zona merah.

Selain Persik Kediri, terdapat tiga tim lainnya, seperti Madura United (33 poin), Persis Solo (32), dan Semen Padang (31) yang masih berada dalam situasi bahaya. 

Kemudian, di posisi tiga terbawah atau penghuni zona degradasi, ada Barito Putera, PSS Sleman, dan PSIS Semarang.

Sebagai informasi, Barito Putera sendiri memiliki total 30 poin, sementara PSS Sleman dan PSIS Semarang sama-sama mengantongi 25 poin.

Ini artinya, poin maksimal yang bisa diraih Barito Putera di tiga pertandingan sisa ini adalah 39 poin, sehingga membuat posisi Persik Kediri di peringkat ke-12 pun masih belum aman.

Kemudian, total perolehan 39 poin pun bisa dikatakan sebagai titik aman para klub lainnya jika ingin lolos dari bayang-bayang zona degradasi.

Jika Persik Kediri, Madura United, Persis, dan Semen Padang bisa mencapai 40 poin, maka keempatnya akan aman dari jerat degradasi.

Di sisi lain, situasi kurang beruntung harus menerpa PSS Sleman dan PSIS Semarang yang akan saling bertemu pada pekan ke-32 pada hari ini, Jumat (9/5/2025) pukul 15.30 WIB.

PSS Sleman vs PSIS Semarang
PSS Sleman vs PSIS Semarang
Sumber :
  • instagram/PSIS Semarang

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa pun yang menelan kekalahan pada laga tersebut maka bisa dipastikan kesebelasan itu akan bermain di Liga 2 pada musim depan.

Berikut daftar tujuh klub yang posisinya belum aman bebas dari zona degradasi saat Liga 1 memasuki pekan ke-32:

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT