News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapten PSS Sleman Kecewa Timnya Ditahan Imbang PSM Makassar

PSS Sleman menuai hasil kurang maksimal saat bermain di kandang sendiri pada lanjutan kompetisi Liga 1 musim ini usai ditahan imbang tamunya PSM Makassar 1-1.
Senin, 4 September 2023 - 12:40 WIB
Kapten PSS Sleman, Kim Kurniawan
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, tvOnenews.com - PSS Sleman kembali menuai hasil kurang maksimal saat bermain di kandang sendiri pada lanjutan kompetisi Liga 1 musim ini. Terbaru, penggawa Laskar Sembada ditahan imbang tamunya PSM Makassar 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Minggu malam (3/9/2023).

Ini merupakan hasil imbang kedua secara beruntun setelah pekan sebelumnya dipaksa bermain imbang saat bersua Persebaya Surabaya. Saat itu, Kim Kurniawan dkk bermain seri 0-0 melawan Bajol Ijo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melawan PSM, anak asuh Marian Mihail sempat dikejutkan gol cepat Yance Sayuri pada menit ke-18. Beruntung Super Elja memiliki Esteban Viscarra yang mampu menyamakan kedudukan lewat gol indah bicycle kick pada menit ke-18.

Pada babak kedua, PSS gagal menambah gol meski menguasai jalannya pertandingan. Riki Dwi Saputro sebenarnya sempat membuat gol pada menit ke-54 tapi dianulir wasit karena dianggap offside.

Hasil imbang 1-1 tersebut membuat kapten tim PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan kecewa. Gol cepat dari PSM diakuinya membuat timnya kesusahan.

"Cukup mengecewakan sebenarnya, apalagi kita melihat jalannya pertandingan terutama di awal pertandingan. PSM bisa cetak gol terlebih dahulu yang harus diakui membuat kita kesusahan," kata dia dalam sesi jumpa pers seusai laga, dikutip dari laman resmi klub, Senin (4/9/2023).

Di sisi lain, Kim juga mengapresiasi perjuangan rekan setimnya yang mampu menyamakan kedudukan. Para pemain memiliki moral yang bagus dan pantang menyerah.

"Moral dari para pemain bagus dan harus diapresiasi. Kami bisa menyamakan kedudukan namun ada yang kurang di pertandingan ini. Sehingga, PSS tidak bisa mendapatkan tiga poin yang kami inginkan untuk mengakhiri pekan ke sebelas," ucap pemilik nomor punggung 23 itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil imbang ini membuat PSS tak beranjak dari posisi 7 klasemen sementara dengan poin 17, hasil dari 4x menang, 5x imbang, dan 2x kalah. Laga selanjutnya PSS akan bertandang ke Samarinda berjumpa tuan rumah Borneo FC pada 17 September 2023.

Sementara kompetisi Liga 1 akan rehat selama dua pekan untuk agenda FIFA Match Day. (apo/buz).

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.
background

Pekan ke-20

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT