News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Kartu Merah Warnai Liga 3 DIY Antara Mataram Utama vs Persiba Bantul

Pertandingan Liga 3 DIY antara Mataram Utama melawan Persiba Bantul di Stadion Tridadi, Sleman pada Sabtu (20/11/2021) berakhir imbang tanpa gol. Laga berlangsung ketat dengan diwarnai dua kartu merah untuk pemain kedua tim. Sejak peluit kick off ditiupkan wasit Nuryadi, kedua tim langsung bermain menyerang. Persiba yang unggul pengalaman menciptakan lebih banyak peluang tapi belum ada yang bisa dikonversi menjadi gol.
Minggu, 21 November 2021 - 02:18 WIB
Mataram Utama vs Persiba Bantul
Sumber :
  • Andri Prasetiyo

Sleman, DIY - Pertandingan Liga 3 DIY antara Mataram Utama melawan Persiba Bantul di Stadion Tridadi, Sleman pada Sabtu (20/11/2021) berakhir imbang tanpa gol. Laga berlangsung ketat dengan diwarnai dua kartu merah untuk pemain kedua tim. Sejak peluit kick off ditiupkan wasit Nuryadi, kedua tim langsung bermain menyerang. Persiba yang unggul pengalaman menciptakan lebih banyak peluang tapi belum ada yang bisa dikonversi menjadi gol.

Laskar Sultan Agung bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Mus'ab menerima kartu merah di penghujung babak pertama akibat handball. Skor kacamata menutup jalannya babak pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mataram Utama yang unggul jumlah pemain mencoba memanfaatkan situasi pada babak kedua. Namun bukannya gol yang didapat, Mataram Utama justru kehilangan Martua Sandebi Sidabutar pada menit ke-63 akibat menerima kartu kuning kedua.

Hingga 90 menit laga berlangsung, tak ada satu pun gol tercipta. Kedua tim pun harus puas berbagi satu poin. Asisten pelatih Mataram Utama, Johan Arga mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. 

"Hasil akhir belum sesuai harapan, namun kami tetap apresiasi perjuangan seluruh pemain hari ini. Bek kami tampil luar biasa meski belum bisa mencetak gol di depan," katanya usai laga.

Mantan pemain PSIM tersebut akan melakukan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya.

"Kami akan perbaiki, ada waktu 10 hari akan kami maksimalkan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekecewaan serupa juga diungkapkan pelatih Persiba Bantul Suwandi HS.

"Secara hasil kami kecewa namun ini yang terbaik dari anak-anak dalam pertandingan kali ini. Kami akan berusaha lebih lagi di pertandingan sisa karena persaingan di Grup A ini luar biasa," ujarnya. (andri/ade).

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
background

Pekan ke-20

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT