News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tamparan Sayang Shin Tae-yong Jadi Hinaan Pemain Senior Ulsan HD: Sisi Kelam Hierarki Olahraga Korea Selatan 

Shin Tae-yong pernah melatih Jung Seung-hyun saat keduanya sama-sama membela Korea Selatan U-23 dan Korea Selatan di Piala Dunia 2018. 
Selasa, 23 Desember 2025 - 04:45 WIB
Kronologi Tuduhan Kekerasan Fisik yang Dilakukan Shin Tae-yong pada Pemain Ulsan HD
Sumber :
  • tvOnenews-Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi tamparan Shin Tae-yong pada pemain Ulsan HD terbelah menjadi dua pendapat yang bersebrangan. Tamparan sayang sebagai sambutan sang pelatih ini justru menjadi hinaan bagi pemain senior Ulsan HD, Jung Seung-hyun. 

Shin Tae-yong dan Jung Seung-hyun memang sudah tak asing bagi satu sama lain. Shin Tae-yong pernah melatih Jung Seung-hyun saat keduanya sama-sama membela Korea Selatan U-23 dan Korea Selatan di Piala Dunia 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, pertemuan kembali atlet dan pelatih di Ulsan HD justru berakhir dengan perpisahan yang tak baik-baik saja. Kini Jung Seung-hyun tak menerima tindakan yang dianggapnya memalukan baginya sebagai bek senior. 

Bahkan video penamparan Shin Tae-yong di hari pertama akhirnya diunggah untuk memastikan sikap sang pelatih murni sebagai sambutannya pada pemain. Dilansir dari laman E Daily, kontroversi penamparan tersebut terbelah menjadi dua pendapat yang bersebrangan. 

Bagi sang pelatih, tamparan ini menjadi bentuk kasih sayang di mana Shin Tae-yong kembali bertemu dengan mantan anak asuhnya ini. Namun bagi Jung Seung-hyun, tindakan Shin Tae-yong melewati batas yang membuatnya malu di hadapan para juniornya. Dia bahkan menganggap ini sebagai sebuah penghinaaan. 

Shin Tae-yong sendiri telah mengklarifikasi dan meminta maaf jika apa yang dilakukannya dianggap menghina sang pemain.  Dalam laporan tersebut, hierarki olahraga di Korea Selatan memang berbeda dibandingkan dengan negara lain. Hubungan pelatih dan atlet disamakan dengan hubungan guru dan murid sebagai sikap hormat dan dedikasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, pada kenyataannya, ungkapan ini sering berfungsi sebagai mekanisme untuk membenarkan hierarki vertikal. Tersembunyi di balik logika ini adalah keyakinan bahwa karena mereka adalah pelatih dan telah mendidik saya, saya harus mentolerir bahkan pelanggaran sekecil apa pun," tulis laporan tersebut. 

"Jika kerangka kerja ini diterapkan pada atlet profesional dewasa, pelatih dapat dengan mudah menjadi pemegang kekuasaan absolut. Atlet profesional adalah 'profesional' yang menandatangani kontrak, menerima gaji, dan bermain untuk tujuan tim," lanjut laporan tersebut. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT